Didorong Optimisme Vaksin, Harga Minyak Meningkat 12% Pekan Ini

Pasar mendapat sinyal positif tidak ada kenaikan pasokan dari produsen utama minyak dunia pada 2021 dan keberhasilan pengembangan vaksin Covid-19 oleh Pfizer.
Image title
12 November 2020, 12:21
harga minyak, opec+, opec, vaksin virus corona
KATADATA
Ilustrasi. Harga minyak berhasil naik 12% pada pekan ini.

Harga minyak berhasil naik 12% pada pekan ini. Pasar mendapat sinyal positif tidak ada kenaikan pasokan dari produsen utama minyak dunia pada 2021. Selain itu, kabar baik pengembangan vaksin Pfizer Inc membawa optimisme penanganan pandemi Covid-19.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam pidato tahunan kepada Dewan Syura hari ini, Kamis (12/11), mengatakan kerajaannya sedang bekerja untuk menjamin stabilitas pasokan minyak global. Reuters melaporkan negara ini berkomitmen melayani produsen dan konsumen meskipun dampak Covid-19 cukup besar ke pasar minyak.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate alias WTI, menurut data Bloomberg pukul 11.35 WIB, naik 0,29% ke US$41,57 per barel. Harganya naik hampir 12% dibandingkan harga penutupan pada Jumat pekan lalu. Untuk kontrak minyak berjangka Brent naik 0,23% ke US$ 43,9 per barel. Kenaikannya mencapai 11,3% dibandingkan pada 6 November 2020.

Advertisement

Menteri Energi Aljazair Mohamed Arkab kemarin mengatakan organisasi negara pengekspor minyak, termasuk Rusia dan sekutunya, alias OPEC+ dapat memperpanjang pemotongan produksinya sebesar 7,7 juta barel per hari hingga 2021.

Konsumsi minyak kemungkinan besar masih lemah tahun depan karena lonjakan kasus Covid-19 masih terjadi. OPEC+ akan menunda peningkatan pasokannya sebesar 2 juta barel per hari yang seharusnya dijadwalkan pada Januari.

Harapan kehadiran vaksin kemungkinan dapat memulihkan permintaan minyak. Namun, kasus yang terus naik masih membebani psikologis pasar komoditas. “Jumlah rekor kasus cukup membuat orang kembali ke kenyataan,” kata direktur energi berjangka Muzuho di New York, Bo Yawger.

Keputusan lockdown di beberapa wilayah Eropa dan AS juga memperlambat pemulihan konsumsi bahan bakar. Kondisi ini mengimbangi rebound permintaan di Asia yang konsumsi hampir kembali ke tingkat sebelum pandemi terjadi.

Pfizer Berhasil Kembangkan Vaksin Covid-19

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer Inc, menjadi sorotan dunia setelah berhasil membuktikan vaksin virus yang diklaim efektif lebih dari 90% dalam menangkal corona. Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech akan mengupayakan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat (AS) yang kemungkinan keluar pada Desember.

Jika izin keluar, mereka siap menyediakan hingga 50 juta dosis vaksin untuk disuntikkan pada 25 juta orang tahun ini. Setelah itu, baru perusahaan akan memproduksi hingga 1,3 miliar dosis vaksin pada 2021.

William Schaffner, ahli penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville, Tennessee, menyebut hasil Pfizer lebih baik daripada yang diperkirakan. "Studi ini belum selesai, tapi datanya terlihat sangat solid," kata Schaffner dikutip dari Reuters, Selasa (1o/11).

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Anthony Fauci, pun mengapresiasi perkembangan vaksin ini. "Sebagai vaksin yang lebih dari 90% efektif, luar biasa,” kata Fauci kepada CNN.

Reporter: Antara, Annisa Rizky Fadila
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait