PLN Luncurkan Layanan Premium Berupa Keandalan Pasokan Listrik

Layanan premium PLN ini terdiri dari empat tingkat, yaitu Bronze, Silver, Gold dan Platinum. Masing-masing memiliki tarif yang berbeda.
Image title
16 November 2020, 19:09
program premium pln, listrik, konsumsi listrik
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA
PLN meluncurkan program layanan premium untuk semua golongan.

PLN meluncurkan program layanan premium untuk semua golongan, termasuk rumah tangga, bisnis, dan industri. Pelanggan yang memilih program ini akan mendapatkan keandalan pasokan listrik.

Vice President Public Relations PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri mengatakan layanan premium ini berlaku untuk seluruh pelanggan potensial. Untuk rumah tangga atau usaha kecil dapat diberikan pada suatu cluster atau kawasan.

Khusus pelanggan Tegangan Menengah dan Tegangan Tinggi bakal mendapatkan akses khusus. Apabila mendapati permasalahan kelistrikan, pelanggan dapat langsung menghubungi PLN.

Soal tarif pelanggan premium, Arsya menyebut ada empat tingkat layanan premium. Keempatnya adalah Bronze, Silver, Gold dan Platinum. "Masing-masing memiliki tarif yang berbeda," ujar dia kepada Katadata.co.id, Senin (16/11).

Kemudian, untuk menjadi pelanggan premium, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, hanya akan ada penyesuaian tarif listrik. Pelanggan cukup datang ke kantor PLN terdekat untuk mendapatkan penjelasan terkait produk ini.Saat ini sudah ada 21.364 pelanggan yang telah menggunakan layanan premium.

Konsumsi Listrik Turun Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 membawa dampak negatif ke konsumsi listrik. Penjualan PLN pun terimbas. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana sebelumnya mengatakan pemakaian listrik melemah signifikan.

Kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat akibat virus corona membuat industri dan bisnis mengurangi aktifitas usahanya. Dampaknya, penjualan listrik pun menurun. "Pertumbuhan konsumsinya hanya 0,61%. Padahal, angka normalnya di 4,5%," kata dia dalam webinar beberapa waktu lalu.

Hingga September tahun ini, penjualan listrik tercatat sebesar 179,82 terawatt hour (TWh) dibanding 178,72 terawatt hour per akhir September 2019. Konsumsi pelanggan bisnis komersial terkoreksi dari 32,55 terawatt hour di Januari hingga September 2019 menjadi 30,10 terawatt hour pada periode yang sama tahun ini.

Untuk konsumsi listrik pelanggan industri turun dari 54,9 terawatt hour menjadi 52,45 terawatt hour. Namun, sebaliknya konsumsi listrik pelanggan rumah tangga justru mengalami kenaikan karena kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat beraktivitas di rumah.

Konsumsi listrik rumah tangga hingga September tercatat sebesar 83,84 terawatt hour atau tumbuh 10,47% dari periode yang sama tahun lalu. Rida berharap pandemi dapat segera berkhir sehingga konsumsi listrik mulai meningkat kembali.

Di wilayah Jakarta Raya dan Tangerang, konsumsinya sempat anjlok pada awal pandemi. angkanya berangsur membaik pada bulan Juni 2020 menjadi sebesar 2.636,7 GWh. Namun, angka tersebut masih lebih rendah 5,6% dibandingkan bulan pertama tahun ini.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait