Harga Minyak Melesat ke Level Tertinggi dalam 8 Bulan Terakhir

Kenaikan harga minyak dipicu penurunan persedian minyak mentah Amerika Serikat dan kabar baik perkembangan vaksin virus corona.
Image title
26 November 2020, 11:26
harga minyak, harga emas, vaksin virus corona, covid-19
Katadata | Dok.
Ilustrasi. Harga minyak menguat ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir.

Harga minyak menguat ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Kenaikan hampir 2% pada perdagangan Kamis pagi (26/11) dipicu penurunan persedian minyak mentah Amerika Serikat.

Penguatan tersebut memperpanjang reli harga minyak selama sepekan terakhir. Kabar baik dari perkembangan vaksin virus corona diperkirakan akan memperbaiki permintaan dan konsumsi bahan bakar.

Melansir dari Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 1,6% menjadi US$ 48,61 per barel, tertinggil sejak awal Maret. Lalu, West Texas Intermediate (WTI) naik 1,8% menjadi US$ 45,71 per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 754 ribu barel pada pekan lalu. Angka itu di luar ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan stok 127 ribu barel.

Stok WTI di Cushing, Oklahoma, AS turun 1,7 juta barel. “Ada penurunan yang lumayan banyak di Cushing, jadi mendukung kenaikan harga minyak,” kata partner Again Capital LLC, New York, John Kilduff.

Awal pekan ini, investor mendapat kabar positif dari AstraZeneca yang menyebut vaksinya efektif hingga 70%. “Kami mempertahankan prospek bullish untuk tahun depan dengan target Brent mencapai US$ 60 per barel pada akhir 2021,” ujar analis minyak UBS Giovanni Staunovo.

Di pasar komoditas lainnya, harga emas bertahan relatif stabil di tengah kenaikan angka pengangguran AS. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di New York Mercantile Exchange naik tipis 0,05% menjadi US$ 1.805,5 per ounce.

Sehari sebelumnya, emas anjlok 1,81% menjadi US$ 1.804,6 per ounce. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim tunjangan pengangguran naik pekan lalu dari 748 ribu pada seminggu sebelumnya menjadi 778 ribu klaim. Kenaikan mengejutkan ini muncul di tengah lonjakan infeksi Covid-19.

Harganya telah kehilangan US$ 160 sejak kabar baik perkembangan vaksin muncul dari Pfizer. Investor lalu beralih ke aset-aset berisiko, terutama saham.

Logam mulia lain, perak naik 0,27% menjadi US$ 23,362 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,2% menjadi US$ 969,8 per ounce.

Kemajuan Perkembangan Vaksin-Vaksin Covid-19

AstraZeneca awal minggu ini menyatakan vaksin virus corona buatannya dapat mencapai efektivitas rata-rata hingga 70%. Itu artinya mampu mencegah Covid-19. 

Berdasarkan hasil sementara, regimen dosis dari vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford itu efektif mencegah Covid-19 dengan dua dosis penuh. Suntikan vaksin diberikan dalam rentang waktu satu bulan.

Sedangkan regimen dosis lainnya menunjukkan kemanjuran hingga 62% dari dua dosis penuh dalam waktu satu bulan. Jika digabungkan, kedua regimen itu menghasilkan kemanjuran rata-rata 70%.

Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot mengatakan tidak ada kejadian keamanan serius terkait vaksin. “Kemanjuran dan keamanan vaksin memastikan bahwa itu akan sangat efektif melawan Covid-19 dan akan berdampak langsung pada keadaan darurat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Data efektivitas vaksin itu berdasarkan analisis sementara terhadap 131 infeksi Covid-19 di antara peserta yang menerima vaksin dan mereka yang diberi suntikan meningitis.

Perusahaan Amerika Serikat (AS), Pfizer Inc dan BioNTech, juga mengklaim mencapai tingkat efektivitas 95% dengan data uji klinis lengkap. Adapula vaksin buatan Moderna Inc yang terbukti 94,5% efektif mencegah Covid-19 berdasarkan analisis data awal.

Sedangkan perusahaan Rusia, Sputnik V, menyatakan vaksin buatannya efektif hingga 90%. Namun, hal itu hanya berdasarkan pada penemuan 20 infeksi terhadap uji klinis fase awal.

Reporter: Antara, Febrina Ratna Iskana
Editor: Sorta Tobing
Video Pilihan

Artikel Terkait