Pertamina Siap Operasikan Kapal Tanker Raksasa Kapasitas 2 Juta Barel

Pertamina International Shipping bersama Japan Marine United sedang membangun kapal VLCC kedua yang akan selesai pada akhir Maret 2021.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
10 Februari 2021, 16:08
pertamina pride, pertamina, vlcc, pahala mansury, nicke widyawati
Pertamina
Pertamina International Shipping (PIS) meluncurkan kapal tanker berkapasitas 2 juta barel bernama Pertamina Pride, Selasa (9/2).

Pertamina, melalui anak usahanya PT Pertamina International Shipping (PIS), meluncurkan kapal tanker very large crude carrier (VLCC) berkapasitas dua juta barel. Kapal ini siap menunjang penyaluran pasokan energi nasional. Ukurannya mencapai 301 ribu deadweight tonnage (DWT) dan bernama Pertamina Pride.

Kapal tanker tersebut mulai dibuat Galangan Japan Marine United (JMU) sejak 2018. Pelayaran perdananya pada 9 Februari lalu setelah melakukan serah terima langsung dari JMU Ariake Shipyar, Jepang.

Duta besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi menghadiri acara tersebut secara langsung. Secara daring, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Mansury dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati turut menyaksikannya. 

Nicke mengatakan pengadaan VLCC ini untuk memperkuat rantai pasok perusahaan. "Pembangunan dua unit kapal tipe VLCC bertujuan untuk mengamankan pasokan kebutuhan minyak mentah ke refinery (kilang) Pertamina," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (10/2).

Dengan beroperasinya kapal tersebut, Nicke berharap nantinya dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dengan menangkap peluang bisnis angkutan internasional. Untuk negara dan masyarakat, VLCC itu akan mendorong keandalan suplai dan kelancaran distribusi energi nasional. Pasokan kebutuhan minyak mentah ke Refinery Unit IV Cilacap menjadi lebih aman. Kapasitas daya angkutnya yang besar dapat memperkuat jaminan stok dan ketahanan energi. 

Nicke menyebut, Pertamina International Shipping bertugas sebagai pendukung distribusi dan pengangkutan kargo impor produk perusahaan. "Dengan skema FOB atau free on board," ujarnya. 

Pertamina International Shipping bersama Japan Marine United sedang membangun kapal VLCC kedua. Proses pembangunannya telah mencapai 97,9%. Serah terima kapal ini targetnya pada akhir Maret 2021. "Kami berharap Pertamina mampu mengoptimalkan utilisasi Pertamina Pride," ucap Pahala. 

VLCC tersebut, menurut dia, akan membuat rantai pasok Pertamina lebih efisien. Dampak akhirnya, perusahaan menjadi kompetitif dan menjadi salah satu perusahaan energi terkemuka dunia.

Tentang Kapal Pertamina Pride

Kapal Pertamina Pride telah memenuhi regulasi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO). Untuk tank minyak kargo dan tanki pemberat airnya sudah sesuai dengan standar performance standard for protective coatings (PSPC) dari IMO.  Panjang kapalnya mencapai 329.904 meter, dengan kapasitas kargo sekitar dua juta barel. 

 

Keunggulan desainnya adalah pemakaian teknologi superstream duct. Teknologi ini mengurangi bubble yang kerap menyebabkan kavitasi dan merusak baling-baling kapal (propeller). Kavitasi merupakan perubahan cairan  menjadi fase uap sehingga menimbulkan gelembung-gelembung.

Ada pula teknolgoi surf bulb atau swept back up-thrustin rudder fin with bulb. Sistem ini akan menambah kemampuan manuver kapal. Terakhir, teknologi A-LVfin atau advanced low viscous resistance fin untuk menambah stabilitas kapal.  

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
Video Pilihan

Artikel Terkait