Tarif dan Rute Bus-Bus Double Decker yang Lintasi Tol Trans Jawa

Beberapa perusahaan otobus atau PO terus berinovasi di tengah pandemi dengan menyediakan layanan premium. Tren teranyar adalah bus bertingkat alias double decker.
Image title
Oleh Sorta Tobing
7 April 2021, 13:33
double decker, bus, organda, transportasi, tol trans jawa
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Ilustrasi. Tarif dan rute bus tingkat atau double decker yang menlintasi Tol Trans Jawa

Selama pandemi Covid-19, operasional perusahaan otobus alias PO menurun drastis. Harapan lonjakan penumpang dari momen Lebaran tahun ini pun pupus setelah pemerintah menerapkan kebijakan melarang mudik.

Para perusahaan otobus mau-tak mau mendukung larangan itu. “Kami menaati kebijakan pemerintah demi meminimalkan penyebaran virus corona,” kata perwakilan Manajemen dari PO Muncul Tutik Andirani di Solo, Selasa (6/4). 

Sebelum pandemi terjadi, Tutik menyebut, operasional perusahaan sudah turun. Pemicunya, ongkos operasional untuk perjalanan dengan bus semakin besar. Tingkat keterisiannya sekitar setengah dari total kapasitas. “Sekarang hanya tinggal seperempat,” katanya. 

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Dewan Pimpinan Cabang Surakarta Joko Suprapto mengatakan pihaknya berharap pemerintah bisa memberi solusi untuk bisnis transportasi darat. “Kalau armada yang beroperasi dulu sampai 1.700, kini tinggal setengahnya,” katanya. 

Namun, kondisi ini tak lantas membuat perusahaan berdiam diri. Beberapa PO terus berinovasi dengan menyediakan layanan premium. Tren teranyar adalah bus tingkat alias double decker.

Kalau dulu bus bertingkat hanya melayani transportasi dalam kota. Kini, keberadaannya untuk perjalanan antar-kota-antar-provinsi. Bus-bus ini memanfaatkan infrastruktur jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan dari Pelabuhan Merak, Banten, sampai Banyuwangi, Jawa Timur. 

Apabila Anda tertarik menjajal bus bertingkat ini, melansir dari berbagai sumber, berikut pilihannya:

1. PO Lorena

Melansir dari Kontan.co.id, Lorena menawarkan Super Executive menggunakan bus tingkat. Untuk tiket Jakarta-Surabaya harganya Rp 370 ribu per penumpang. 

Susunan kursinya adalah 2-2. Penumpang mendapatkan sandaran kaki atau leg rest dan audio video on demand (AVOD) pada setiap kursinya. Perusahaan otobus ini juga menyediakan rute ke berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kisaran harga Rp 390 ribu sampai Rp 450 ribu.  

2. PO Agramas

Dengan bus tingkat buatan Adiputro bernama Jetbus 2+ Super Double Decker (SDD), konfigurasi bangkunya adalah 2-2. Setiap penumpang mendapatkan sandaran kaki, bantal, dan selimut. Tersedia pula televisi, lampu baca, pengisian daya baterai, dispenser air minum, dan makan. 

Melansir dari situs resmi perusahaan, rute yang tersedia adalah Jakarta-Solo, Solo-Jakarta, dan Wonogiri-Bogor. Harga tiket bervariasi, tergantung rute, dan mulai dari Rp 225 ribu.

Bus tingkat Legacy SR2 Double Decker
Ilustrasi bus tingkat atau double decker (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jawa Tengah)

3. PO Sinar Jaya 

Perusahaan menyediakan dua pilihan layanan, yaitu Suites Class dan Double Decker. Untuk yang pertama, Kompas.com menuliskan, tersedia bus khusus yang semua bangkunya dapat rebah hingga 140 derajat. Sistem hiburan AVOD juga tersedia di setiap bangku. 

Lalu, untuk Double Decker, PO Sinar Jaya memberikan kursi dengan sandaran kaki dengan susunan 2-2 dan fasilitas AVOD. Harga tiket Suites Class adalah Rp 430 ribu. Sedangkan, Double Decker Rp 270 ribu. Salah satu rutenya adalah Jakarta-Solo. 

4. PO Harapan Jaya

Perusahaan memiliki bus tingkat merek Scania. Ada tiga kelas layanannya, yaitu Sleeper Seat, Super Luxury, dan Executive. Perusahaan asal Tulungagung ini melayani rute ke berbagai kota di Pulau Jawa. 

Untuk kelas Super Luxury, penumpang mendapatkan kursi lebih lebar. Kelas Executive berada di dek atas dengan susunan kursi 2-2. Harga tiketnya untuk rute Jakarta-Surabaya, melansir dari situs resmi perusahaan, Rp 280 ribu. 

5. Damri

Perusahaan pelat merah ini juga memiliki bus tingkat bernama Royal Class. Dalam situsnya menyebut, keunggulan kelas premium ini adalah tarifnya yang terjangkau. Perjalanan rute Trans Jawa ini memakai armada bus Mercedes Benz dengan kapasitas 23 tempat duduk dan konfigurasi kursi 2-1.

Untuk fasilitas, setiap penumpang mendapatkan reclining seat, selimut (selama pandemi Covid-19 ditiadakan), dan sandaran kaki. Rute yang tersedia adalah Jakarta-Malang dengan tarif Rp 375 ribu dan Jakarta-Surabaya Rp 337.500. 

 

Reporter: Antara
Editor: Sorta Tobing
Video Pilihan

Artikel Terkait