Mochtar Kusumaatmadja Wafat, Perumus Negara Kepulauan RI

Mochtar Kusumaatmadja salah satu tokoh kunci Deklarasi Juanda, yang berisi pernyataan Indonesia menganut prinsip negara kepulauan.
Image title
7 Juni 2021, 15:14
Mochtar Kusumaatmadja, Menteri luar negeri, Menteri kehakiman
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.
Prajurit TNI mengusung peti jenazah dari mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja di rumah duka, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (6/6/2021).

Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia periode 1978 hingga 1988, Mochtar Kusumaatmadja, meninggal dunia kemarin, Minggu (6/6), pukul 09.00 WIB dalam usia 92 tahun.

Melalui akun Twitter resminya, Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita atas kepergian Mochtar. “Hari ini, Indonesia berduka. Selamat jalan Bapak Mochtar Kusumaatmadja, jasa-jasa dan pengabdianmu tidak akan lekang oleh waktu. Abadi di benak dan hati kami, selamanya,” cuit @Kemlu_RI. 

Jenazah Mochtar telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin. Ia dikenal sebagai ahli hukum laut internasional karena berulang kali menjadi ujung tombang Indonesia dalam negosiasi hukum laut.  

Pria kelahiran Jakarta, 17 Februari 1929, itu juga salah satu tokoh kunci yang melahirkan Deklarasi Juanda. Deklarasi pada 13 Desember 1957 tersebut berisi pernyataan kepada dunia bahwa Indonesia menganut prinsip negara kepulauan. Laut antar pulau pun merupakan wilayah negara ini.

Advertisement

Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy, Universitas Paramadina, Dr. Phil. Shiskha Prabawaningtyas menyebut Mochtar sebagai putera bangsa terbaik atas pemikiran yang visioner dan strategis dalam merumuskan konsep negara kepulauan sebagai wujud konsep kedaulatan teritorial Tanah Air.

Konsep negara kepulauan Indonesia akhirnya diakui secara internasional ketika diadopsi sebagai bagian dari tatanan kodifikasi hukum internasional pada 10 Desember 1982 melalui Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations on the Law of the Seas/UNCLOS) di Montego Bay, Jamaica.

Pada akhirnya Indonesia meratifikasi UNCLOS melalui Undang-Undang No. 17 Tahun 1985. "Salam hormat dan ketulusan mendalam atas buah pemikiran Profesor Mochtar Kusumaatmadja yang mewujudkan konsep tanah air melalui wawasan nusantara," tulis Shiskha.

MANTAN MENTERI LUAR NEGERI MOCHTAR KUSUMAATMADJA TUTUP USIA
Mantan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja wafat pada Minggu (6/6). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.)

Perjalanan Karier Mochtar Kusumaatmadja

Mochtar berkarier lama di dunia akademisi dan diplomat. Melansir dari berbagai sumber, almarhum pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman RI, yaitu 1973 hingga 1978. 

Sebelum menjadi menteri di era Orde Baru, ia sempat menjadi rektor Universitas Padjajaran pada 1973 sampai 1974. Di kampus ini ia mengabdi dari menjadi dosen, dekan, hingga guru besar Fakultas Hukum Unpad. 

Selain itu, Mochtar juga mewakili Indonesia pada konferensi hukum laut di Jenewa, Colombo, dan Tokyo pada 1958 sampai 1961. Salah satu defisinya tentang hukum adalah, “Keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum ke dalam kenyataan.”

Perjalanan pendidikannya dimulai dari Fakultas Sosial Ekonomi Politik, Universitas Nasional, Jakarta. Ia lulus pada 1953. Bersamaan dengan itu, ia juga menempuh pendidikan strata satu di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Di kampus ini ia lulus pada 1955. 

Setelah itu, Mochtar melanjutkan pendidikan magister di Sekolah Hukum, Universitas Yale, Amerika Serikat. Gelar master ia terima pada 1958. 

Ia lalu melanjutkan pendidikan doktor dan meraih gelar profesor di Fakultas Hukum, Unpad, Bandung, Jawa Barat, dan Universitas Chicago, AS. Ia lulus dari masing-masing kampus tersebut pada 1962 dan 1966.

Penyumbang bahan: Muhamad Fikri (magang)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait