Realisasi Produksi Batu Bara hingga Mei Capai 38% dari Target

Kementerian ESDM menyebut kondisi cuaca ekstrem dan bencana pada awal tahun ini menjadi tantangan bagi perusahaan batu bara. Namun, kebutuhan dalam negeri dipastikan tetap terpenuhi.
Image title
7 Juni 2021, 15:58
batu bara, kementerian esdm, produksi batu bara
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Ilustrasi produksi batu bara nasional.

Realisasi produksi batu bara nasional hingga Mei 2021 sebesar 237 juta ton. Angka ini sekitar 38% dari total target produksi tahun ini yang mencapai 625 juta ton.

Sedangkan untuk pemanfaatannya dalam negeri mencapai 51,8 juta ton. Target untuk pemakaian batu bara domestik tahun ini mencapai 137,5 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengatakan kondisi cuaca ekstrem dan bencana pada awal tahun ini menjadi tantangan bagi perusahaan tambang

“Namun, kami pastikan kebutuhan batu bara dalam negeri akan tetap terpenuhi," kata dia dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, Senin (7/6).

Advertisement

Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya memutuskan menambah kuota produksi komoditas tambang itu tahun ini sebesar 75 juta menjadi 625 juta ton. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021.

Tambahan produksi tersebut  diprioritaskan untuk penjualan ke luar negeri. Produknya tidak dikenakan kewajiban penjualan untuk kepentingan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Pemerintah beralasan penambahan kuota diperlukan karena sektor pertambangan pada tahun lalu kinerjanya melemah karena pandemi Covid-19. Karena itu, perlu dukungan ekstra melalui penambahan batu bara untuk penjualan ke luar negeri pada 2021.

Harga Batu Bara Acuan Juni 2021

Kementerian ESDM menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Indonesia pada Juni 2021 sebesar US$ 100,33 per ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak November 2018. 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan faktor pendorong utama kenaikan harga itu adalah peningkatan permintaan dari Tiongkok. ”Kenaikan permintaannya untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik," katany Agung.

Musim hujan ekstrem juga turut memperketat kapasitas pasokan batubara Tiongkok. Faktor ini yang memicu harga batu bara global ikut terimbas naik.

Nilai HBA sejak tahun 2021 cukup fluktuatif. Dibuka pada level US$ 5,84 per ton di Januari, HBA naik pada Februari menjadi US$ 87,79 per ton. Pada Maret, harganya sempat turun menjadi US$ 84,47 per ton.

Sementara dalam dua bulan terakhir, HBA mengalami kenaikan. Pada April sebesar US$ 86,68 per ton dan menjadi US$ 89,74 pada Mei.

Nilai HBA bulan Juni ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara free on board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) selama sebulan.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait