Aktivitas Ekonomi Tiongkok & AS Pulih, Harga Minyak RI Tembus US$ 65

Harga minyak juga naik karena akselerasi program vaksinasi virus corona dan belahan bumi bagian utara sedang mengalami puncak permintaan bahan bakar minyak.
Image title
7 Juni 2021, 18:20
harga minyak, icp, kementerian esdm, komoditas
KATADATA
Ilustrasi harga minyak.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude price (ICP) pada Mei 2021 mencapai US$ 65,49 per barel. Angka tersebut naik sebesar US$ 3,53 per barel dari US$ 61,96 per barel pada April 2021.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kenaikan harga juga dialami Sumatera light crude (SLC) sebesar US$ 3,58 menjadi US$ 66,25 per barel.

Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah membaiknya aktivitas ekonomi di Amerika Serikat, Tiongkok, dan sebagian Eropa. Wilayah itu sudah melakukan pelonggaran aktivitas sosial di tengah pandemi Covid-19.

Harga minyak juga naik karena akselerasi program vaksinasi virus corona dan mulainya summer driving season. Di musim panas biasanya belahan bumi bagian utara mengalami puncak permintaan bahan bakar minyak. "Faktor lainnya, pemerintah AS berpotensi membatalkan rencana penghapusan sanksi dan ekspor minyak mentah Iran," kata Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangan tertulis, Senin (7/6).

Organisasi negara-negara produsen minyak alias OPEC dalam laporan Mei 2021 menyampaikan, permintaan minyak pada 2021 akan meningkat sebesar 5,95 juta bopd (6,6%) dibandingkan tahun lalu. 

Asumsinya, terjadi peningkatan permintaan Tiongkok dan AS serta aktivitas di Timur Tengah dan Asia yang berangsur normal. Faktor lainnya adalah tingkat kepatuhan anggota OPEC dan sekutunya atau OPEC+ pada kuota pemotongan produksi yang mencapai 113%. 

Administrasi Informasi Energi (EIA) AS dalam laporan bulan Mei 2021 memperkirakan produksi minyak mentah negara ini di 2021 akan turun sebesar 290 ribu barel per hari (bopd) menjadi 11,02 juta bopd. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan harga komoditas emas hitam tersebut.

Dalam laporan stok mingguan EIA untuk Mei 2021 dibandingkan bulan sebelunya adalah sebagai berikut:

1. Stok minyak mentah AS turun sebesar 800 ribu barel menjadi 484,3 juta barel.
2. Stok gasoline AS turun sebesar 3,3 juta barel menjadi 232,5 juta barel.
3. Stok distillate AS turun sebesar 7,1 juta barel menjadi 129,1 juta barel.

Harga Minyak Mei 2021

Tim Harga Minyak Indonesia juga melaporkan, penguatan pasar ekuitas dan melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang membuat investor beralih pada investasi komoditas, termasuk minyak mentah.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi berakhirnya periode pemeliharaan dan permintaan minyak yang solid dari Jepang. Konsumsi minyak di India juga diperkirakan tetap kuat, meskipun sekarang terjadi peningkatan tajam kasus Covid-19.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Mei 2021 dibandingkan bulan April 2021, sebagai berikut:

- Dated Brent naik sebesar US$ 4,05 per barel menjadi US$ 68,75 per barel.
- West Texas Intermediate atau WTI (NYMEX) naik sebesar US$ 3,45 per barel menjadi US$ 65,16 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$ 3,59 per barel menjadi US$ 66,83 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 2,98 per barel menjadi US$ 68,31 per barel.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait