Rencana Divestasi Proyek Laut Dalam, SKK Migas Bakal Panggil Chevron

"Minggu depan kami akan panggil Chevron untuk mendapatkan progres rencana divestasi (proyek IDD tahap II)," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.
Image title
8 Juni 2021, 16:35
skk migas, chevron, blok migas, migas, idd tahap 2
KATADATA
Ilustrasi. Proyek migas laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) tahap II.

SKK Migas akan memanggil Chevron terkait rencana divestasi proyek minyak dan gas bumi (migas) laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) tahap II. Perusahaan asal Amerika Serikat itu sebelumnya memutuskan hengkang dari proyek tersebut.

Rencana divestasi itu menarik minat perusahaan migas dari Italia, yaitu Eni, yang memiliki fasilitas produksi dekat IDD tahap II. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pemanggilan itu harapannya dapat memberi kepastian proyek.

"Minggu depan kami akan panggil Chevron untuk mendapatkan progres rencana divestasi," kata Dwi dalam acara peresmian Lapangan Merakes, Selasa (8/6).

Sejauh ini baru Eni calon kuat operator baru proyek IDD tahap II. Perusahaan memiliki fasilitas produksi gas terapung (floating production unit/FPU) di Lapangan Jangkrik, lepas pantai Kalimantan Timur. Fasilitas ini dapat terintegrasi dengan proyek IDD tahap II. 

Advertisement

Sebelumnya, Wakil Komisi VII DPR RI Eddy Suparno mendorong agar proyek IDD bisa berjalan dengan cepat. Sinyal Eni akan masuk ke blok migas tersebut merupakan angin segar untuk investasi sektor ini yang sedang terpuruk.

Eddy tak khawatir dengan kondisi kelebihan pasokan atau oversupply gas yang diproyeksi bakal membanjiri dunia. Pemanfaatan gas dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan domestik. "Karena kebutuhannya besar," kata dia.

Pengamat energi Fahmi Radhi memproyeksi permintaan gas alam cair atau LNG masih akan turun akibat pandemi Covid-19. Di sisi lain, agregat pasar dalam negeri dan luar negeri sesungguhnya masih sangat besar. 

Apalagi, gas termasuk energi ramah lingkungan sehingga tidak ada resistensi dalam hal pemanfaatannya. Dengan kondisi itu, ia melihat, proyek IDD sangat prospektif. "Tidak mengherankan kalau Chevron dan Eni akan melanjutkan proyek IDD," ucapnya.  

Untuk menarik investasi, pemerintah perlu memberikan insentif fiskal dan kemudahan agar proyek itu dapat terealisasi. Apabila terus molor, maka kebutuhan dananya akan makin besar. 

Chevron saat ini memiliki 62% saham di IDD, sisanya dikuasai oleh Eni 20% dan Sinopec (asal Tiongkok) 18%. Terdapat lima lapangan gas yang akan dikembangkan dalam proyek ini, yaitu Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha, dan Gandang.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait