JNE Sesuaikan Harga Ongkir, Pos Indonesia Klaim Tarifnya Sudah Stabil

Pos Indonesia melakukan penyesuaian rute pengiriman barang lewat udara maupun darat. Karena itu, tarifnya pun bisa turun.
Cindy Mutia Annur
22 Maret 2019, 20:22
pos indonesia
KATADATA
PT Pos Indonesia (Persero) belum berencana menyesuaikan kembali tarifnya. Perusahaan logistik itu sudah melakukannya pada Januari lalu.

PT Pos Indonesia (Persero) belum berencana menyesuaikan kembali tarifnya. Perusahaan logistik itu sudah melakukannya pada Januari lalu.

“Sejak penerbangan menaikkan biaya kirim, kami sudah menyesuaikan tarif lebih dulu daripada JNE,” kata Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus ketika dihubungi Katadata.co.id, Jumat (22/3).

Charles mengatakan, Pos Indonesia akan menyesuaikan tarif sesuai dengan harga operasional yang ada. “Tapi dalam waktu dekat, kami belum ada wacana untuk naik,” ujarnya.

Ia melanjutkan, perusahaan menginginkan tarif yang lebih murah untuk konsumennya. Saat ini Pos Indonesia berusaha memperbaiki biaya operasionalnya lebih efisien lagi.

Advertisement

(Baca: Perusahaan Logistik JNE, SiCepat, dan TIKI Kompak Naikkan Ongkos Kirim)

VP Pengembangan Produk, Kurir, dan Logistik Pos Indonesia Djoko Suhartanto mengatakan, perusahaan sudah melakukan penyesuaian rute pengiriman barang lewat udara maupun darat. Karena itu, tarifnya pun bisa turun. Di Jawa penurunannya mencapai 15%, Sumatera 17%, dan di luar dua pulau itu sebesar 30%.

Berkat penurunan tarif tersebut, pada minggu kedua bulan ini, Pos Indonesia meraih kenaikan pengiriman sebesar 8%-10%. “Saat ini (tarif) kami sudah stabil di pasar,” ujarnya.

(Baca: Tingkatkan Kinerja, Pos Indonesia Berharap dapat Penugasan Pemerintah)

VP of Logistic Tokopedia, Anthony Wijaya mengatakan, kenaikkan tarif pengiriman barang yang terjadi menjadi kurang ideal bagi pelanggannya. Namun, pihaknya sadar akan adanya tuntutan iklim makro ekonomi bagi para perusahaan logistik.

Tokopedia mencatat 25% pengiriman barang secara same-day delivery hari ini. “Kami akan terus berinovasi dengan para mitra logistik untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan kami,” ujarnya.

(Baca: Tokopedia dan Bukalapak Jadi Situs Belanja Paling Ramai di Akhir 2018)

Perusahaan e-commerce itu berencana meningkatkan implementasi teknologi dalam sistem logistiknya. Misalnya, memakai mesin pemilahan otomatis untuk mempercepat proses sortir atau penyediaan jasa pemenuhan. Menurut Anthony, teknologi ini dapat menekan biaya pengiriman barang.

JNE sebelumnya mengumumkan penyesuaian tarif layanan melalui situs resminya pada Rabu lalu (20/2). VP of Marketing JNE Eri Palgunadi mengatakan, selama tiga tahun terakhir, baru kali ini pihaknya kembali melakukan penyesuaian tarif secara nasional karena didorong oleh berbagai faktor eksternal dan internal.

“Penyesuaian tarif pengiriman atau ongkir JNE kali ini rata-rata 19%, baik kenaikan maupun penurunan, secara nasional di semua produk layanan,” ujar Eri.

 

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait