Persaingan Ketat Perusahaan AS Kuasai TikTok

Ada dua kelompok yang menawar saham TikTok di Amerika Serikat. Nilai transaksinya diperkirakan mencapai US$ 20 miliar sampai US$ 50 miliar.
Image title
28 Agustus 2020, 14:26
tiktok, akuisisi tiktok, microsoft, walmart, donald trump, oracle
ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Kelly/ama/dj
Ilustrasi. Walmart bergabung dengan Microsoft untuk membeli saham TikTok di Amerika Serikat.

Kompetisi untuk membeli saham TikTok di Amerika Serikat telah masuk tahap akhir. Melansir dari The New York Times, ada dua kelompok mengajukan penawaran untuk mencapai kesepakatan. Yang pertama berasal dari Microsoft dan Walmart. Lalu, Oracle pun menawar untuk mengakuisisi aplikasi video pendek asal Tiongkok tersebut.

Sampai sekarang belum jelas kelompok mana yang kemungkinan terpilih mendapatkannya. Walmart mendadak masuk bergabung dengan Microsoft kemungkinan besar untuk mengubah TikTok menjadi e-commerce bagi pembuat dan pengguna aplikasi. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh Douyin, aplikasi video dan e-commerce berbahasa Mandarin.

Beda halnya dengan perusahaan perangkat lunak Oracle. Banyak analisis memprediksi ketertarikannya mengakuisisi TikTok adalah untuk mendapatkan data pengguna tentang interaksi sosial. Dengan begitu, perusahaan dapat mengembangkan bisnis cloud, data, dan periklanannya.

Hanya Walmart saja yang mau berkomentar soal ini. “Kami yakin kemitraan Walmart dan Microsoft akan memenuhi harapan pengguna TikTok, sekaligus memenuhi regulasi pemerintah AS,” tulisnya, Kamis (27/8).

Advertisement

Kesepakatan apapun akan menjadi angin segar bagi TikTok. Selama berbulan-bulan Presiden AS Donald Trump telah menekan perusahaan. Dari soal ancaman kemanan nasional sampai perintah eksekutif yang mengamanatkan TikTok untuk menjual operasinya ke AS.

Batas waktu penjualan saham itu adalah pertengah September. Jika tidak terlaksana, maka perusahaan harus menghentikan kegiatan operasionalnya di AS.

ByteDance, pemilik TikTok, langsung bergerak cepat mencari pembeli. Mereka awalnya membahas kesepakatan dengan Microsoft yang bakal ditempatkan sebagai pemiik saham minoritas. Namun, ternyata perusahaan perangkat lunak yang didirikan miliarder Bill Gates itu menginginkan porsi lebih besar.

Oracle lalu bergabung dalam negosiasi. Bahkan Netflix, Twitter, dan perusahaan digital lainnya ikut melakukan penawaran, namun sepertinya tidak berhasil.

Perkiraannya, akuisisi ini akan menghasilkan dana US$ 20 miliar hingga US$ 50 miliar (Rp 293 triliun sampai Rp 732 triliun dengan kurs Rp 14.646 per dolar AS). Microsoft saat ini memiliki dana tunai sebesar US$ 137 miliar dan nilai pasar lebih US$ 1,7 triliun. Angkanya jauh lebih besar daripada penawar lainnya. Oracle nilai pasarnya sekitar Rp 175 miliar dengan dana tunai US$ 43 miliar.

Trump boikot tiongkok
Trump boikot perusahaan Tiongkok (Katadata)

CEO TikTok Mengundurkan Diri

CEO TikTok Kevin Mayer resmi mengundurkan diri pada 26 Agustus lalu. Padahal, jabatan itu baru saja ia emban pada Mei 2020. Keputusan ini diambil karena serangkaian perubahan pada struktur bisnis perusahaan. Sebagai pengganti sementara adalah General Manager TikTok AS Vanessa Pappas.

"Dalam beberapa pekan terakhir, karena lingkungan politik telah berubah dengan tajam, saya telah berefleksi secara signifikan. Dengan berat hati saya ingin memberi tahu Anda semua bahwa saya telah memutuskan untuk meninggalkan perusahaan," kata Mayer.

Mayer sebelumnya merupakan pemimpin eksekutif Walt Disney Co. Ia menjadi sosok penting di balik kesuksesan layanan streaming milik Disney yakni Disney +. 

Pendiri dan CEO ByteDance Zhang Yiming mengatakan  Mayer telah berbicara terlebih dahulu padanya sebelum berhenti. "Keadaan politik tempat kami beroperasi dapat berdampak signifikan pada pekerjaan, dalam skenario apa pun," katanya dikutip dari CNN.

TikTok, mencatatkan jumlah unduhan sebanyak 738,5 juta kali sepanjang 2019. Angka tersebut meningkat 12,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, aplikasi ini diunduh hingga 219 juta kali pada kuartal IV-2019, tertinggi sejak dirilis.

India merupakan pasar terbesar TikTok. Namun, pemerintah negara itu baru saja memblokir 59 aplikasi asal Tiongkok, termasuk TikTok, seiring konflik perbatasan kedua negara. Pemerintah India menganggap aplikasi ini mengancam keamanan data pengguna.

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait