Di Balik Langkah El Salvador Jadikan Bitcoin Sebagai Mata Uang Sah

Presiden El Salvador Nayib Bukele menyebut bitcoin dapat mendorong inklusi keuangan, investasi, pariwisata, inovasi, dan pembangunan ekonomi negaranya.
Image title
10 Juni 2021, 14:09
bitcoin, el salvador, mata uang kripto, cryptocurrency, Nayib Bukele
Katadata
Ilustrasi mata uang kripto atau cryptocurrency bitcoin.

El Salvador meresmikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Negara ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di dunia melakukan langkah tersebut. 

Keputusan El Salvador menjadi angin segar bagi pendukung mata uang kripto alias cryptocurrency itu. Sebulan terakhir harga bitcoin terus melorot setelah pendiri perusahaan mobil listrik Tesla, Elon Musk, mengumumkan batal memakainya sebagai alat pembayaran. 

Melansir dari situs Coindesk, harga bitcoin pada perdagangan hari ini, Kamis (10/6), naik 9,36% dalam 24 jam terakhir. Kisaran harganya antara US$ 33.715,93 sampai US$ 37.665 per koin. 

Advertisement

Kembali ke El Salvador, parlemen negara ini menyetujui proposal Presiden Nayib Bukele soal undang-undang bitcoin. Dari 84 anggota parlemen yang hadir, 62 di antaranya mendukung rencana tersebut. Dengan begitu, bitcoin resmi menjadi alat pembayaran yang sah. 

Bukele merangkul mata uang kripto bitcoin dalam upaya mempromosikan inklusi keuangan. “Selain itu, untuk membawa investasi, pariwisata, inovasi, dan pembangunan ekonomi negara kita,” cuitnya dalam akun Twitter-nya, @nayibbukele, sesaat sebelum pemungutan suara di Kongres, Rabu (9/6).

Bitcoin
Bitcoin (Katadata)

Potensi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Melansir Reuters, Bukele sudah sering menggembor-gemborkan potensi penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran. Mata uang kripto ini, menurut dia, berpotensi membantu warga negaranya yang tinggal di luar negeri untuk melakukan pengiriman uang ke kampung halaman.

Sebelumnya, Bukele juga telah mengumumkan langkah tersebut dalam sebuah pesan rekaman. Rekaman tersebut diputar pada Konferensi Bitcoin di Miami, pada 5 Juni lalu. “Ini akan menciptakan lapangan kerja dan membantu memberikan inklusi keuangan kepada ribuan orang di luar ekonomi formal,” ucapnya.

Penggunaan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah akan menjadi undang-undang resmi dalam 90 hari. Dalam aturan ini, setiap bisnis harus menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah untuk barang atau jasa. Aturannya tidak berlaku apabila tidak tersedia teknologi dalam melakukan transaksi. 

Di samping bitcoin, dolar Amerika Serikat tetap akan berlanjut menjadi alat pembayaran yang sah. Hingga kini, El Salvador memang belum memiliki mata uang sendiri. 

Nilai tukar mata uang kripto bitcoin maupun dolar akan ditentukan oleh pasar. Selain itu, warga El Salvador juga dapat membayar pajak dalam bentuk kedua mata uang yang sah tersebut.

Siapkah Orang El Salvador Menerima Bitcoin?

Dilansir dari BBC, ekonomi El Salvador sangat bergantung pada pengiriman uang dari luar negeri. Jumlahnya sekitar 20% dari produk domestik bruto (PDB) negara ini. 

Data dari Bank Dunia menunjukkan pengiriman uang ke El Salvador mencapai hampir US$ 6 miliar atau sekitar Rp 85,5 triliun. Jumlah ini setara seperlima dari PDB pada 2019 di negara itu. Angkanya menjadi salah satu rasio tertinggi di dunia.

Ada lebih dari dua juta orang El Salvador yang tinggal di luar negeri. Mereka terus menjaga hubungan dekat dengan kampung halaman mereka. Jumlah uang yang dikirim kembali ke El Salvador mencapai lebih dari 4 miliar dollar AS setiap tahunnya.

Sebelumnya, Bukele juga mengatakan akan membuka layanan keuangan bagi 70% warga Salvador yang tidak memiliki rekening bank. Namun, tidak semua warga setuju dengan langkah menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. 

Pastor José María Tojeira, Direktur Institut Hak Asasi Manusia University of Central America, mengatakan sangat sedikit orang Salvador yang memiliki kapasitas teknis untuk mengakses bitcoin.

“Keputusan itu agak tidak bisa dipahami. Tampaknya lebih tentang membuat pertunjukan – yang merupakan ciri khas pemerintah ini: banyak propaganda, tetapi sedikit perubahan struktural untuk membantu penduduk miskin,” katanya kepada The Guardian.

Bitcoin
Bitcoin (wikimedia.org)

Bitcoin Jadi Risiko atau Uang Masa Depan?

Bukele terpilih sebagai Presiden El Salvador dalam kemenangan telak pada 2019. Ia memang dikenal karena kecintaannya pada teknologi dan kesukaannya pada aksi yang menarik perhatian. 

Sebelumnya, Bukele juga menjadi berita utama di seluruh dunia, pada Februari 2020, ketika dia menggiring tentara dengan seragam tempur ke Kongres.

Profesor Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis El Salvador Carlos Carcach menyebut bitcoin sangat fluktuatif. Penggunaan mata uang kripto untuk pengiriman uang secara global tidak merata.

Dalam mengonversi mata uang lokal ke dan dari bitcoin seringkali bergantung pada broker informal. Harga yang berubah-ubah jadi proses kompleks yang menuntut pengetahuan teknis terkait bitcoin.

Bukele sempat mengatakan bahwa El Salvador akan menawarkan kewarganegaraan kepada orang yang berinvestasi dalam setidaknya tiga bitcoin. Ia juga menyebut, penggunaan bitcoin akan menjadi pilihan bagi individu dan tidak akan membawa risiko bagi pengguna.

Pendukung mata uang kripto memuji langkah itu sebagai melegitimasi aset yang muncul, tetapi dampaknya pada regulasi bitcoin. Selain itu, perpajakan atau adopsi di negaralain masih harus dilihat.

“Tidak ada tanda-tanda langsung bahwa negara lain akan mengikuti pelukan El Salvador terhadap bitcoin,” kata Brandon Thomas, dikutip dari The Guardian.

Secara teori, mata uang kripro menawarkan cara cepat dan murah untuk mengirim uang. Terlebih dalam melintasi perbatasan, penggunaan mata uang kripto tidak perlu bergantung pada perusahaan pengiriman uang.

Namun, bitcoin disinyalir dapat memfasilitasi pencucian uang dan penggunaan terlarang lainnya. Bukele menepis ketakutan, ia mengatakan penjahat sudah menggunakan dolar AS dan aset lainnya untuk mencuci uang. “Masalahnya bukan dolar, tapi para penjahatnya,” katanya kemarin.

Penyumbang bahan: Alfida Febrianna (magang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait