Pandemi Ubah Pasar Keuangan, UBS Sarankan Masuk Sustainable Investment

UBS berkeyakinan dengan 100% berinvestasi di portofolio sustainable investment, keuntungan yang dihasilkan sama dengan investasi tradisional.
Image title
11 September 2020, 12:32
investasi berkelanjutan, sustainable investment, pandemi corona, covid-19
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/pras.
Ilustrasi. Bank investasi asal Swiss, UBS Group, merekomendasikan kepada para klien pribadinya untuk menanamkan uang pada investasi berkelanjutan atau sustainable investment di tengah pandemi corona.

Pandemi corona memicu perubahan fundamental pada pasar modal dan keuangan global saat ini. Bank investasi asal Swiss, UBS Group, merekomendasikan kepada para klien pribadinya untuk menanamkan uang pada investasi berkelanjutan atau sustainable investment.

Langkah tersebut merupakan yang pertama dilakukan lembaga keuangan internasional. UBS, yang mengelola aset senilai US$ 2,6 triliun untuk beberapa orang terkaya dunia, berkeyakinan dengan 100% berinvestasi di portofolio berkelanjutan keuntungan yang dihasilkan sama dengan investasi tradisional.

"Kami percaya investasi berkelanjutan akan terbukti menjadi salah satu peluang paling menarik dan tahan lama bagi klien pribadi kami di tahun-tahun dan dekade mendatang." kata Iqbal Khan, Wakil Presiden UBS Global Wealth Management, dikutip dari Reuters, Kamis (10/9).

Dalam beberapa tahun terakhir, menurut Khan, banyak uang telah mengalir ke berbagai investasi berkelanjutan, termasuk proyek-proyek melawan perubahan iklim. Sekarang merupakan momen yang tepat untuk fokus pada aset tersebut di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi corona.

UBS mencatat kliennya yang telah memasukkan dana di investasi berkelanjutan mencapai US$ 500 miliar. Contohnya adalah obligasi hijau atau green bond dan saham dari indeks rendah karbon. Sementara, investasi tradisional, seperti surat utang biasa dan indeks saham utama, masih mendominasi pengelolaan dananya.

Pandemi, menurut Co-President UBS Global Wealth Management Tom Naratil, membuat pertimbangan investasi berkelanjutan tidak dapat diabaikan. “Kerentanan dan sifat masyarakat serta industri kita saat ini berada di garis depan pikiran investor,” ucapnya.

Wall Street Journal menuliskan, minat investasi hijau membengkak tahun ini. Salah satu tandanya adalah dana kelolaan reksa dana berkelanjutan mencapai US$ 20,9 miliar pada paruh pertama 2020. Angkanya memecahkan rekor karena sepanjang 2019 hanya US$ 21,4 miliar.

Investasi Berkelanjutan di Indonesia Makin Diminati

Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI Riki Frindos mengatakan minat investasi berkelanjutan di bursa saham domestik dalam dua tahun terakhir meningkat. Hal ini terlihat dari Indeks SRI KEHATI yang kini telah memiliki 12 reksa dana, bertambah 10 reksa dana sejak 2018.

Dana kelolaan indeks itu juga naik, dari Rp 200 miliar menjadi Rp 2 triliun. “Jadi, dalam dua tahun terakhir, dana kelolaannya meningkat 10 kali lipat,” kata Riki dalam webinar bertajuk Sustainable Investing Opportunites SAFE Forum 2020 pada 25 Agustus lalu.

Aliran dana yang masuk ke reksa dana Indeks SRI KEHATI pada Juni 2020 bahkan lebih besar dibandingkan Januari 2020, dari Rp 1,869 miliar menjadi Rp 2,024 miliar. Namun, nilai dana kelolaan ini masih sangat kecil, bahkan tidak sampai separuhnya, dibandingkan reksa dana keseluruhan yang mencapai Rp 500 triliun.

Dengan kondisi tersebut, potensi peningkatan investasi berkelanjutan di Indonesia masih terbuka lebar. Kesadaran para investor juga semakin tinggi. “Para investor kini memastikan investasinya tidak mencederai aspek sosial dan lingkungan,” kata Riki. 

Berdasarkan  survei YouGov Omnibus, orang Indonesia paling banyak berinvestasi melalui rekening tabungan. Sebanyak 62 responden dari 1.531 responden yang memiliki rekening tabungan di bank. Bentuk investasi favorit lainnya adalah rekening giro yang dipilih 50% responden.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait