Hari Ini DPR Akan Tetapkan 8 Anggota Dewan Energi Nasional

Sebanyak 16 calon anggota Dewan Energi Nasional atau DEN periode 2020 hingga 2025 telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.
Image title
12 November 2020, 13:58
dpr, komisi vii dpr, dewan energi nasional, energi baru terbarukan
Donang Wahyu|KATADATA
DPR akan memilih delapan anggota Dewan Energi Nasional atau DEN hari ini, Kamis (12/11).

Proses seleksi calon anggota Dewan Energi Nasional alias DEN saat ini masih berlangsung. Sebanyak 16 calon anggota periode 2020 hingga 2025 telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi VII DPR sejak Selasa lalu.

Ketua Komisi VII, Sugeng Suparwoto mengatakan dari 16 nama itu nantinya akan dipilih delapan nama. Dua orang mewakili unsur akademisi, dua orang dari industri, dua orang mewakili konsumen, satu orang mewakili bidang teknologi, dan satu orang dari unsur lingkungan hidup.

Targetnya, proses seleksi akan rampung. Dengan begitu, Komisi Energi dan Lingkungan DPR dapat menyerahkan nama-namanya ke pemerintah. “Kami usahakan hari ini tuntas," ujar Sugeng kepada Katadata.co.id, Kamis (12/11).

Sebagai informasi 16 calon anggota DEN yang lolos dalam proses seleksi adalah Agus Puji Prasetyono, Taufik, Musri, dan Supriyadi dari kalangan akademisi. Lalu, Satya Widya Yudha, Abadi Poernomo, Herman Darnel Ibrahim, dan Agus Pramono mewakili kalangan industri.

Selanjutnya, Daryatmo Mardianto, Eri Purnomohadi, Dina Nurul Fitria, dan Ibrahim Hasyim dari kalangan konsumen. Terakhir, Andhika Prastawa dan As Natio Lasman dari kalangan teknologi, serta Yusra Khan dan Surono dari kalangan lingkungan hidup.

Peran DEN dalam Kebijakan Energi Terbarukan

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, anggota Komisi VII mempertanyakan kondisi energi nasional, serta tugas dan fungsi dari DEN. Para calon anggota mendapat pertanyaan seputar terobosan yang akan dilakukan jika terpilih menjadi anggota DEN untuk memperbaiki kondisi yang ada.

Anggota Komisi VII DPR RI Subarna sempat menyoal perbandingan kondisi energi nasional dengan kondisi negara lain. Dia ingin mengetahui sumber daya manusia dalam negeri dengan negara lain, serta teknologi yang dihasilkan sejauh mana perbandingannya.

"Apakah kita mampu bersaing atau tidak karena tadi ada teknologi impor. Terus, berapa biaya untuk penelitian riset yang diperlukan sehingga negara kita mampu menunjukkan sumber daya manusianya,” ucapnya seperti dikutip di laman dpr.go.id.

Pertanyaan terkait ketersediaan energi dan harga murah yang terjangkau oleh masyarakat juga mengemuka. Politisi fraksi Partai Gerindra itu meminta penjelasan terkait ketersediaan energi dan harga terjangkau yang sesuai dengan hasil penelitian para peserta.

Lalu, Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Wanika mempertanyakan terobosan atau masukan dari para calon anggota DEN untuk meningkatkan kinerja, performance DEN dan juga upaya agar pemenuhan energi bagi masyarakat dapat bejalan dengan baik.

Tugas utama DEN adalah merancang dan merumuskan kebijakan energi nasional untuk ditetapkan pemerintah dengan persetujuan DPR serta menetapkan Rencana Umum Energi Nasional. Produk kebijakan ini penting untuk menyelesaikan persoalan peningkatan kontribusi energi baru terbarukan alias EBT. Pasalnya, realisasi bauran energi nasional masih jauh dari target.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan posisi anggota DEN penting dalam rangka meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan. Dewan ini selanjutnya perlu menyiapkan konsepsi cadangan penyangga strategis energi nasional. "Kedua masalah strategis ini akan jalan di tempat kalau tidak dipikirkan dengan cermat oleh DEN sebagai lembaga kebijakan energi," katanya.

Reporter: Verda Nano Setiawan, Antara
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait