Awal 2021, Mobil Listrik Tesla Mulai Beroperasi di India

Kemungkinan besar model pertama yang akan masuk ke India adalah Tesla Model 3. Perusahaan akan datang ke Indonesia pada Januari 2021 untuk membahas investasi pabrik baterai.
Image title
29 Desember 2020, 11:40
tesla, mobil listrik, amerika serikat, otomotif, baterai listrik, india
ANTARA FOTO/REUTERS/Yilei S
Ilustrasi Tesla Model 3. Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat itu akan mulai beroperasi di India pada awal 2021.

Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, akan mulai beroperasi di India pada awal 2021. Menteri Transportasi India Nitin Gadkari mengatakan perusahaan akan memulai menjual produknya terlebih dulu. Apabila respon masyarakat bagus, Tesla akan masuk ke perakitan dan manufaktur. 

Persiapan sedang perusahaan otomotif itu lakukan. “Saya yakin ada banyak kendaraan listrik (EV) nantinya yang setara Tesla dari segi teknologi,” kata Gadkari kepada Indian Express, Senin (28/12). 

Pemerintah setempat optimistis kehadiran Tesla akan mendorong industri otomotif negaranya. India menargetkan menjadi produsen nomor satu kendaraan listrik, termasuk mobil, sepeda, truk, traktor, dan mesin konstruksi.

Gadkari menyebut banyak perusahaan kecil telah memproduki skuter dan sepeda listrik di Uttar Pradesh. Penelitian dan pengembangan baterai lithium-ion juga sedang berlangsung. Saat ini sebagian besar produk tersebut berasal dari Tiongkok. India ingin mengembangkan alternatif baterai lain yang lebih murah. 

Baterai menjadi isu utama pengembangan EV karena mencakup 30% biaya kendaraan tersebut. “Kami mendorong pengembangannya di India. Yang penting sekarang banyak penelitian yang dilakukan,” ujar Gadkari. 

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengatakan perusahaan akan datang ke negara itu pada 2021. “Tahun depan, pasti,” katanya pada Oktober lalu. 

Kemungkinan besar model pertama yang akan masuk ke India adalah Tesla Model 3. Harganya paling murah dibandingkan tipe lainnya, sekitar 5,5 juta rupee atau sekitar Rp 1,06 miliar. Tesla diperkirakan akan menangani panjualannya secara langsung. 

Pada 2016, perusahaan sebenarnya telah mengumpulkan deposit sebesar US$ 1 ribu dari para pembelinya di India. Namun, konsumen sampai sekarang masih harus menunggu mobil mereka.

Setahun kemudian Musk mengatakan mobil buatanya tak bisa masuk ke negara tersebut karena menyalahi aturan investasi asing di sana. “Mungkin saya salah informasi. Tapi saya diberitahu bahwa 30% suku cadang (mobil Tesla) harus bersumber secara lokal dan pasokan di India belum mendukungnya,” cuitnya di akun Twitter @elonmusk. 

Nasib Investasi Tesla di Indonesia

Tesla sebenarnya melirik Indonesia juga untuk berinvestasi di pabrik baterai. Keinginan itu sudah Musk utarakan kepada Presiden Joko Widodo melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Satu yang pasti, Tesla cukup selektif dalam memilih lokasi pabrik baterainya. Musk dalam pembicaraanya dengan Jokowi menyebut hanya akan berinvestasi di negara yang memperhatikan aspek lingkungan dan kegiatan pertambangan berkelanjutan. 

Syarat itu sebenarnya sejalan dengan tren global. Investor asing sekarang hanya mau menanamkan uangnya pada bisnis yang ramah lingkungan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang kemarin menyinggung pula soal rencana tersebut. “Tesla akan mengirim timnya awal Januari nanti,” katanya dalam konferensi pers akhir tahun secara virtual.

Pemerintah akan berupaya meyakinkan perusahaan untuk berinvestasi di negara ini. “Mereka akan mengirim timnya untuk mempelajari lebih dalam. It’s a good start,” ujarnya. 

Toyota Motor Corp, Agus mengatakan, akan lebih dulu berinvestasi di sini. Nilainya mencapai Rp 28 triliun untuk mengembangkan mobil listrik hingga tiga tahun depan. Komitmen ini diharapkan mampu mempercepat target produksi EV dalam negeri sebesar 25% pada 2025. 

 

Reporter: Ekarina
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait