Jusuf Kalla: Indonesia Masih Butuh Inflasi

"Inflasi itu seperti tekanan darah, kalau tinggi kita bisa pingsan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Agatha Olivia Victoria
Oleh Agatha Olivia Victoria
25 Juli 2019, 14:35
Jk bahas inflasi, jusuf kalla
Arief Kamaludin|Katadata
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menekankan, Indonesia masih membutuhkan inflasi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membuka Rakornas Pengendalian Inflasi pada hari ini, Kamis (25/7). Dalam sambutannya, ia menekankan, Indonesia masih membutuhkan inflasi.

Menurut dia, kalau tidak ada inflasi, tidak bagus karena tak ada semangat. Contohnya di Jepang, pengusaha di sana malah menjadi tidak bergairah dengan inflasi 0%. "Inflasi itu seperti tekanan darah, kalau tinggi kita bisa pingsan. Tapi perlu diingat jangan juga deflasi, misal tekanan darah sampai 70, ya pingsan juga," katanya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (25/7).

Keberhasilan negara menjaga inflasi merupakan salah satu indikator untuk mendorong kemakmuran dan kemajuan suatu bangsa. Selain itu, peningkatan pendapatan per kapita, pengurangan kemiskinan serta pembukaan lapangan kerja turut menjadi faktor.

Inflasi juga menjadi indikator daya beli naik atau turun. "Kalau inflasi tinggi ya daya beli turun, kemiskinan dan pengangguran pasti naik," ucap dia.

(Baca: BI: Kenaikan Harga Cabai Picu Inflasi Juli 2019)

Selain itu, JK turut menegaskan kepada Bank Indonesia (BI) memiliki peran penting dalam menjaga inflasi. Salah satu caranya yakni dengan tingkat bunga acuan yang juga stabil. "Kalau inflasi tinggi, maka orang mau mendepositokan uangnya di atas inflasi. Tapi BI juga jangan asal naikkan bunga tinggi," katanya.

JK mengaku, Gubernur BI memang memiliki tugas yang berat. Pasalnya bank sentral harus terus menjaga sinergi dari sisi moneter. Namun, tugas ini juga merupakan kewajiban pemerintah. Karena itu, keduanya harus kompak dalam menjaga keseimbangan moneter dan fiskal.

"Jangan sampai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) banyak, jadinya berutang banyak. Kalau berutang banyak, loss uang lagi ke masyarakat. Tidak berutang juga bahaya, tidak bisa membangun. Tidak bisa membangun tidak ada pendapatan," katanya.

(Baca: Pemerintah Khawatir Kemarau Panjang akan Kerek Inflasi)

Daerah dengan Pengendalian Inflasi Terbaik

Dalam kesempatan yang sama, JK juga memberikan penghargaan kepada beberapa kabupaten, kota, dan provinsi. Penghargaan ini diberikan berdasarkan kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang mampu menjaga inflasi.

Penghargaan ini diberikan kepada para kepala daerah guna memotivasi pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi.  Dalam memberikan penghargaan, JK didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur BI Perry Warjiyo.

Berikut daftar kabupaten, kota dan provinsi terbaik dalam TPID Awards 2018 :

Kabupaten berprestasi

  1. Sumatera: Kabupaten Deli Serdang
  2. Jawa-Bali: Kabupaten Badung
  3. Kalimantan: Kabupaten Mahakam Ulu
  4. Sulawesi: Kabupaten Pohuwato
  5. Nusa Tenggara-Maluku-Papua: Kabupaten Lombok Barat

Kota dengan TPID terbaik

  1. Wilayah Sumatera dimenangkan oleh Kota Tanjung Pinang
  2. Wilayah Jawa-Bali dimenangkan oleh Kota Kediri
  3. Wilayah Kalimantan dimenangkan oleh Kota Samarinda
  4. Wilayah Sulawesi dimenangkan oleh Kota Palopo
  5. Wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua dimenangkan oleh Kota Mataram

Provinsi dengan TPID terbaik

  1. Sumatera: Provinsi Bengkulu
  2. Jawa-Bali: Provinsi DKI Jakarta
  3. Kalimantan: Provinsi Kalimantan Timur
  4. Sulawesi: Provinsi Gorontalo
  5. Nusa Tenggara-Maluku-Papua: Nusa Tenggara Barat (NTB)

(Baca: Harga Pangan dan Tarif Transportasi Turun, Inflasi Minggu I Juli 0,12%)

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing

Video Pilihan

Artikel Terkait