Dana Asing yang Masuk ke RI Hingga Medio Juni Capai Rp 120 Triliun

BI juga mulai melihat aliran dana mulai masuk dalam bentuk penanaman modal asing ke beberapa korporasi di Indonesia.
Agatha Olivia Victoria
20 Juni 2019, 19:49
aliran dana asing 2019, gubernur bi, perry warjiyo
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia dari awal tahun hingga 19 Juni 2019 telah mencapai Rp 120,4 triliun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia dari awal tahun hingga 19 Juni 2019 telah mencapai Rp 120,4 triliun. "Angka ini mencerminkan makin tingginya kepercayaan investor terhadap pasar Indonesia," katanya saat melangsungkan konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (20/6).

Aliran modal yang masuk melalui Surat Berharga Negara (SN) serta Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 69,1 triliun. Kemudian yang masuk ke instrumen pasar saham sebesar Rp 57,5 triliun. Sisanya, masuk ke Sertifikat Bank Indonesia. “Kami juga melihat sejumlah aliran dana masuk dalam bentuk penanaman modal asing ke beberapa korporasi,” ujar Perry.

Ia berharap, kepercayaan investor masih akan terus terjaga dan meningkat serta dapat menjaga stabilitas perekonomian nasional. Meningkatnya dana asing ini, menurut dia, salah satu pemicunya adalah Standard and Poor's (S&P) yang menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB.

(Baca: BI: Kinerja Ekspor Turun, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Melandai)

Advertisement

Nilai tukar Rupiah secara keseluruhan, Perry menilai, bergerak stabil. Pada Mei 2019, nilai tukar rupiah melemah 0,18% secara point to point dibandingkan dengan akhir April 2019. Perkembangan ini tak terlepas dari pengaruh eskalasi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok yang memicu sentimen negatif pasar keuangan global.

Nilai tukar rupiah kembali menguat, yakni 0,04% sampai 19 Juni 2019 secara point to point dibandingkan dengan level akhir Mei 2019, dan 0,69% secara rerata dibandingkan level Mei 2019. Kondisi ini pun akhirnya mendorong kembali aliran masuk modal asing dan memperkuat rupiah.

Dari situe Bloomberg, nilai tukar rupiah terus menguat pada hari ini. Sampai pukul 19.00 WIB rupiah menyentuh nilai Rp 14.182 per dolar AS. Nilai ini mengalami penguatan sebesar 0,61% dari penutupan malam sebelumnya.

Bank sentral memproyeksikan nilai tukar rupiah akan terus bergerak stabil sesuai dengan mekanisme pasar yang tetap terjaga. "BI akan terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas, untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik," katanya.

(Baca: The Fed Tahan Bunga Acuan, Rupiah Perlahan Menguat)

 

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait