Efek Lebaran, Darmin Optimistis Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,2%

Darmin memperkirakan, momentum Lebaran 2019 mampu memicu permintaan domestik yang kuat serta daya tarik investasi Indonesia yang semakin tinggi.
Michael Reily
7 Juni 2019, 10:20
peringkat S&P indonesia, darmin nasution, pertumbuhan ekonomi 2019
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2019 dapat tumbuh mencapai 5,2%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2019 dapat tumbuh mencapai 5,2%.  Momentum Lebaran 2019 ia perkirakan mampu memicu permintaan domestik yang kuat serta daya tarik investasi Indonesia yang semakin tinggi.

Darmin menjelaskan manajemen makro ekonomi yang solid bakal menjadi fokus utama pemerintah. Indikator capaiannya antara lain kenaikan peringkat utang dari Standard & Poor’s Global Rating serta peringkat daya saing dari International Institute for Management Development.

(Baca: Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, S&P Naikkan Rating Utang Indonesia ke BBB)

Dia mengungkapkan peningkatan investasi, dorongan ekspor, subtitusi impor, serta peningkatan industri penghasil devisa jadi perhatian. “Sejumlah infrastruktur publik utama sudah selesai dan sebagian lain dalam tahap penyelesaian, hal ini memberikan fondasi kuat bagi peningkatan investasi swasta di berbagai sektor,” kata Darmin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (7/6).

Advertisement

Dari sisi permintaan agregat menunjukkan hasil positif untuk mesin pertumbuhan yaitu konsumsi, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah. Selain itu, inflasi Indonesia terjaga pada kisaran 3,5% selama tiga tahun terakhir, lebih rendah daripada rata-rata inflasi sepuluh tahun terakhir yang mencapai 5,6%.

Kemudian, dia mengklaim investasi mulai pulih karena kesehatan sektor perbankan dan pasar modal. Lalu, perbaikan iklim investasi juga melalui penyederhanaan perizinan usaha (Online Single Submission) yang bakal mendukung sentimen positif investor. Dia yakin, beberapa sektor seperti transportasi dan energi akan menarik untuk investasi.

(Baca: Peringkat Indonesia Naik, Saatnya Perbaiki Investasi Langsung Asing)

Namun, Darmin menyorot perkembangan ekonomi global yang tengah mencari titik keseimbangan baru. Langkah respons pemerintah untuk menghadapi risiko berlanjutnya tekanan eksternal adalah fokus pada strategi menjaga stabilitas dan penguatan fundamental ekonomi domestik.

Dia yakin permintaan domestik juga tetap kuat dalam jangka pendek karena meningkatnya lapangan kerja di sektor formal dan perluasan program bantuan sosial pemerintah. Pasar dalam negeri harus diisi oleh UMKM, karena hampir 99% kegiatan usaha di Indonesia adalah UMKM yang menyerap hampir 90% tenaga kerja domestik.

Reporter: Michael Reily
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait