Premi Asuransi Tumbuh 19% pada Kuartal I-2019

Premi asuransi kendaraan bermotor tumbuh negatif. AAUI mengatakan, hal ini terjadi karena turunnya penjualan mobil.
Agatha Olivia Victoria
23 Mei 2019, 21:18
pertumbuhan premi asuransi 2019, asuransi kendaraan bermotor, AAUI
kenishirotie/123rf
Ilustrasi. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi bruto asuransi umum mencapai Rp 19,8 triliun pada triwulan pertama 2019. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,0% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi bruto asuransi umum mencapai Rp 19,8 triliun pada triwulan pertama 2019. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,0% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yakni Rp 16,6 triliun.

Wakil Ketua AAUI Trinita Situmeang menjelaskan, hampir seluruh lini bisnis mengalami pertumbuhan positif pada kuartal lalu. "Namun, untuk empat lini bisnis mengalami pertumbuhan negatif," ungkap Trinita di kantornya, Jakarta, Kamis (23/11).

Empat lini bisnis yang mengalami pertumbuhan negatif yaitu asuransi kendaraan bermotor turun 1,1%, aviasi minus 45,2%, rekayasa turun 17,3%, dan tanggung gugat atau liability minus 10,9%.

Di lain sisi, pertumbuhan premi bruto yang terbesar dalam nominal terjadi pada lini usaha asuransi kredit senilai Rp 1,731 miliar. Namun, pertumbuhan terbesar secara presentase dicatatkan oleh asuransi properti sebesar 26,3%.

Adapun, jumlah pembayaran klaim pada kuartal lalu tercatat sebesar Rp 8,4 triliun. Nominal tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 37,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,1 triliun. 

Menurut Trinita, asuransi kendaraan bermotor cenderung mengalami pertumbuhan negatif karena turunnya penjualan kendaraan bermotor dan kredit kendaraan bermotor pada triwulan I-2019. "Penjualan yang menurun pada kendaraan bermotor yakni penjualan mobil," ungkapnya.

(Baca: Terdampak Momen Pemilu, Penjualan Mobil April 2019 Anjlok 14,3%)

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto sebelumnya mengatakan penurunan penjualan mobil sepanjang tahun ini karena faktor menanti (wait and see) kondisi politik. “Ada yang menunggu keadaan politik, menunggu kelanjutan pembangunan infrastruktur, serta karena pertumbuhan ekonomi agak melambat,” ujar Jongkiw.

Advertisement

Penjualan mobil pada April 2019 menurun 14,3% dibandingkan dengan bulan sama tahun lalu (year on year) atau turun 6% dibandingkan Maret 2019.

Namun, ia tetap optimistis terhadap target penjualan mobil sebanyak 1,1 juta unit pada tahun ini. Peningkatan penjualan diperkirakan terjadi mulai Juli mendatang. Terlebih lagi, pelaksanaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) akan dilakukan pada Juli. “Kalau Juni kan Lebaran, hari kerjanya pendek hanya dua minggu jadi penjualan masih lebih rendah,” ujarnya.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait