Dukung Unicorn, Sri Mulyani Kaji Insentif Bidang Start Up

Pemberian insentif masih memerlukan kajian dan komunikasi dengan para pelaku ekonomi digital.
Image title
19 Februari 2019, 21:46
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Bekraf
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala Bekraf, Triawan Munaf dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali, Rabu (8/11)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung unicorn dengan mengkaji pemberian insentif perpajakan untuk perusahaan rintisan atau startup. Ia bekerja sama dengan pelaku ekonomi digital untuk untuk mempertimbangkan insentif yang dibutuhkan.

"Dari sisi treatment bagaimana perpajakan akan diberikan, termasuk insentifnya, nanti tergantung dari survei yang mereka (pelaku ekonomi digital) sedang lakukan. Menurut idEA (Indonesian E-Commerce Association) sampai dengan akhir tahun ini," kata dia di Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta, Selasa (19/2).

Unicorn merupakan sebutan bagi startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,1 triliun. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh Aileen Lee, pendiri perusahaan modal ventura Cowboy Ventures.

(Baca: Awal Mula Istilah Unicorn dalam Debat Capres Jokowi dan Prabowo)

Menurut Sri Mulyani, ekonomi digital termasuk salah satu sektor yang mendapatkan dukungan dari pemerintah. Namun, pemberian insentif pada bidang tersebut masih memerlukan kajian mendalam serta komunikasi dengan pelaku terkait. Hal ini guna mengetahui ekosistem ekonomi digital serta membuat pendekatan yang mendukung kegiatan tersebut.

Hingga saat ini, pemerintah memperlakukan sektor ekonomi digital sebagai suatu industri yang setara dengan sektor lainnya. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Sri Mulyani akan memahami proses pengembangan bisnis dari hulu hingga ke hilir.

Pemerintah saat ini menargetkan adanya seribu startup baru melalui program Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Di sisi lain, pemerintah juga mengkaji upaya penanggulangan risiko kegagalan bagi startup baru. "Itu sedang terus digodok untuk terus bisa mendapatkan treatment dan support yang memang sesuai dengan mereka," ujar dia.

(Baca: Strategi Sri Mulyani Melahirkan Perusahaan Unicorn Lebih Banyak)

(Baca: Blunder Unicorn dan Lahan Jadi Kelemahan Prabowo Gaet Swing Voters)

Adapun, unicorn menjadi perbincangan sejak debat capres pada Minggu (17/2). Jokowi bertanya kepada Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai langkah yang akan dilakukan untuk mendukung unicorn. “Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung pengembangan unicorn-unicorn Indonesia?” tanya Jokowi di sesi kelima.

Prabowo yang tampak tidak terlalu memahami maksud istilah unicorn kembali bertanya sebelum menjawab. “Maksudnya apa itu? Yang online-online itu ya, Pak?” ujarnya.

Advertisement
Reporter: Rizky Alika
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait