Kemenkeu: Realisasi Lelang hingga Pertengahan Juni Capai Rp 13,5 T

Untuk tahun ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut lelang sudah menyumbang Rp 285 miliar ke penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Agatha Olivia Victoria
18 Juni 2021, 16:24
kemenkeu, kementerian keuangan, lelang, djkn
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Realisasi lelang yang dilakukan pemerintah per 18 Juni 2021 mencapai Rp 13,5 triliun. Angka ini sekitar 46,55% dari target Rp 29 triliun pada tahun ini.

Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Joko Prihanto menyebutkan, lelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) masih diminati di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut lantaran lelang dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi dan situs lelang.go.id. "Karena banyak peminatnya, semester pertama ini belum habis realisasi sudah hampir 50%," kata Joko dalam acara Bincang Bareng DJKN, Jumat (18/6).

Lelang online, menurut dia, berhasil menarik perhatian masyarakat. Berdasarkan nilainya, kenaikan tertinggi transaksi lelang melalui lelang.go.id mencapai Rp 45,73 miliar berupa lelang tanah dengan limit Rp 206,269 miliar dan terjual Rp 252 miliar.

Advertisement

Sedangkan persentase kenaikan tertinggi melalui online, yakni 65.859,59%, berupa rokok dengan nilai limit Rp 10 ribu dan laku Rp 6,6 juta. Persentase kenaikan rata-rata tahun 2016-2020 sebesar 4,39% sejumlah 74.836 lot barang.

Lelang melalui skema open bidding mencatat persentase kenaikan rata-rata sebesar 4,65% pada 2016-2020 dengan jumlah 18.459 lot barang. Sedangkan melalui skema closed bidding tercatat 4,31% pada periode yang sama sejumlah 56.377 lot barang.

Sistem open bidding membuka kesempatan peserta lelang mengajukan penawaran dan peserta dapat saling mengetahui nilai penawaran peserta lain. Sebaliknya, sistem closed bidding membuat peserta lelang tidak saling mengetahui nilai penawaran peserta yang lain.

Joko menyebutkan, lelang barang melalui KPKNL cukup berkontribusi terhadap penerimaan negara. "Untuk tahun ini, lelang sudah menyumbang Rp 285 miliar ke penerimaan negara bukan pajak (PNBP)," ujar dia.

Realisasi PNBP 2021

Berdasarkan buku APBN KiTa edisi Mei 2021, realisasi PNBP sampai 30 April 2021 sebesar Rp 131,31 triliun. Realisasi itu merupakan 44,03% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2021 sebesar Rp 298,20 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 14,91% apabila dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 114,28 triliun. Pertumbuhan positif PNBP sebesar 14,91% pada bulan April 2021 tersebut merupakan yang pertama kali dalam tahun 2021 setelah tiga bulan sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan yang negatif.

Selain itu, realisasi PNBP periode Januari sampai dengan bulan April 2021 merupakan capaian tertinggi pada periode yang sama sejak tahun 2017. Pertumbuhan PNBP ini terutama disokong oleh kenaikan harga batubara acuan dan kenaikan harga komoditas, serta kenaikan signifikan PNBP lainnya dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Sumber utama capaian realisasi PNBP sampai April 2021 berasal dari PNBP Sumber Daya Alam (SDA) sebesar Rp 33,48 triliun atau 32,16% terhadap APBN, PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Rp 14,15 triliun atau 54,17%terhadap APBN, pendapatan PNBP lainnya Rp 51,89 triliun atau 47,53% terhadap APBN, dan pendapatan BLU Rp 31,79 triliun atau 54,07% terhadap APBN.

Pertumbuhan PNBP lainnya terutama berasal dari peningkatan pendapatan penjualan hasil tambang dan pendapatan PNBP kementerian/lembaga.  Sementara itu, pertumbuhan positif pendapatan BLU terutama berasal dari peningkatan pendapatan perkebunan kelapa sawit dan layanan pendidikan.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait