Metro Healthcare Raih Untung Imbas Pandemi

Laba emiten rumah sakit Metro Healthcare naik sejak pandemi Covid-19. Pelayanan rawat inap menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan.
Image title
2 Desember 2021, 19:31
Metro Healthcare, CARE, rumah sakit, pandemi, kesehatan, emiten
Instagram/@metrohospitalsgroup
Rumah sakit milik Metro Healthcare, RSIA Mitra Husada, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kinerja PT Metro Healthcare Indonesia Tbk membaik di tengah pandemi Covid-19. Emiten sektor kesehatan ini mencatat rugi Rp 24,29 miliar pada 2019, lalu menjadi untung Rp 14,12 miliar setahun kemudian.

Pendapatan perusahaan pun naik dari Rp 154,07 miliar menjadi Rp 216,29 miliar pada periode yang sama. Kinerja positif ini terus berlangsung hingga kuartal ketiga 2021.

Kiprah perusahaan berkode efek CARE itu dimulai pada 7 Oktober 2015 dengan nama PT Aruna Anjaya Perkasa. Perusahaan mengakuisisi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Sejahtera di Pasar Kemis, Tangerang, Banten dan RSIA Bina Sehat Mandiri, Jakarta Barat.  

Advertisement

Saat ini terdapat delapan rumah sakit di bawah naungan Metro Healthcare dan tersebar di Jawa. Semuanya masuk dalam kategori C dan D dengan sasaran utama adalah peserta BPJS Kesehatan.

Sumber Pendapatan RS Metro Healthcare

Sumber pendapatan perusahaan pengelola rumah sakit ini adalah rawat inap dan rawat jalan. Rawat inap berkontribusi paling besar. Pada 2019, sumbangannya mencapai 87% atau Rp 135,5 miliar. 

Pendapatan tersebut berasal dari jasa perawatan 35,1%, kamar rawat inap 23,9%, dan obat serta perlengkapan medis 19,2%. Selain itu ada pula jas penunjang medis, tenaga ahli, fasilitas rumah sakit, dan biaya administrasi.

Setahun kemudian, perusahaan meraih laba karena pendapatannya naik 40,3% menjadi Rp 216,29 miliar. Rawat inap menyumbang terbesar angka tersebut dibandingkan rawat jalan. 

Pelayanan rawat inap menyumbang 89% atau Rp 194,208 miliar. Perbedaan pada 2020 dengan 2019 adalah pemasukan dari obat dan perlengkapan medis naik sebesar 82% menjadi Rp 47,55 miliar. 

Di sisi lain, pos pendapatan terbesar dalam pelayanan rawat jalan masih dipegang oleh jasa perawatan sebesar 42,8% menjadi Rp 19,46 miliar. Pendapatan dari jasa penunjang medis dan jasa tenaga ahli tercatat sebesar Rp 9,9 miliar, melambung 195% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Begitu pula dengan pos jasa instalasi gawat darurat (IGD) yang meningkat menjadi Rp 3,319 miliar, 133% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Kinerja CARE Kuartal III-2021

Hingga bulan kesembilan tahun ini, CARE terus menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Metro Healthcare berhasil membalikkan rugi perusahaan sebesar Rp 7,11 miliar pada kuartal III 2020 menjadi untung Rp 24,328 di periode yang sama tahun ini.

Keberhasilan ini didukung oleh pendapatan perusahaan yang naik sebesar 45,9% dari Rp 159,81 miliar menjadi Rp 233,31 miliar. Pelayanan rawat inap menyumbang 85% setara dengan Rp 199,74 miliar. Pemasukan terbesar diperoleh dari pos kamar rawat inap sebesar 24,7%, kemudian jasa perawatan  22%, penjualan obat dan perlengkapan medis 17,9%. 

Untuk pelayanan rawat jalan pada periode tersebutdiperoleh dari pos jasa perawatan sebesar 32% atau Rp 12,665 miliar. Lalu, pos penjualan obat dan perlengkapan medis menyumbang 31% atau Rp 12,042 miliar,

Sama seperti pelayanan rawat inap, pendapatan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama dari penjualan obat dan tenaga medis. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, pos ini menghasilkan Rp 8,98 miliar atau meningkat sebesar 34%.

Kinerja Saham CARE

Saham CARE hari ini (2/12) ditutup merah di harga Rp 484, turun 2,02% dari harga kemarin Rp 494. Kinerja sahamnya tergolong positif. Sejak awal pencatatan saham perdana pada bulan Maret 2020 lalu trennya cenderung naik.

Menurut data RTI Business, saham ini meningkat tajam bila dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar 45,78% secara year-to-date. Namun, saham ini mulai menunjukkan penurunantipis sejak minggu lalu, yaitu sebesar 2,81%.

 

Reporter: Amelia Yesidora
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait