Para CEO Muda Startup Terseret Kasus Penipuan

Sederet CEO startup ini menghadapi tuntutan hukum karena melakukan penipuan. Mereka menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Andrea Lidwina
25 Januari 2023, 09:29

Sederet pendiri perusahaan rintisan alias startup terseret kasus penipuan. Padahal, sebelumnya profil mereka terlihat kinclong, bahkan masuk dalam daftar bergengsi majalah Forbes, seperti "30 under 30". 

Pendiri perusahaan rintisan Frank, Charlie Javice, misalnya, diduga melakukan penipuan. Frank bergerak di bidang layanan pinjaman keuangan mahasiswa di AS. Lalu, Javice diduga membuat empat juta akun pelanggan palsu agar Frank diakuisisi JPMorgan. Sebelumnya, Javice masuk dalam “Forbes 30 Under 30” pada 2019. 

Lalu, CEO dan pendiri Theranos, Elizabeth Holmes, terseret kasus serupa. Holmes yang masuk dalam daftar “Forbes Richest Entrepreneurs Under 40” pada 2015 menutupi kegagalan alat tes darah temuan perusahaannya. Akibatnya, Theranos setop beroperasi dan Holmes dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Kemudian, pendiri FTX Sam Bankman-Fried juga tengah menghadapi tuntutan penipuan. FTX yang bervaluasi US$ 32 miliar dinyatakan bangkrut.

Penyebabnya, Bankman-Fried yang sempat masuk “Forbes 30 Under 30” 2021 diduga menggunakan dana pengguna untuk kebutuhan pribadi. Salah satunya, membiayai perusahaan lain miliknya Alameda Research.

Kegagalan FTX menyeret CEO Alameda Research Caroline Ellison. Ia pun dituntut atas penggelapan dana pengguna FTX. Ellison, yang masuk dalam daftar "Forbes 30 Under 30" pada 2022, mengaku bersalah atas tujuh tuntutan pidana di AS.

Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.