Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN dan Bank BUMN Bangun SPKLU

Dirut PLN Darmawan Prasodjo berharap pembangunan SPKLU bakal kian masif dengan jangkauan yang semakin luas dan turut meningkatkan minat masyarakat memiliki kendaraan listrik.
Image title
29 Maret 2022, 09:04
Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN-Himbara Masif Bangun SPKLU
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging, Central Parking Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (25/3/2022). SPKLU Ultra Fast Charging 200 kW pertama di Indonesia yang disiapkan untuk penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 itu mampu mengisi penuh baterai kendaraan listrik berkapasitas >80kWh hanya dalam waktu 30 menit.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai bentuk upaya dalam pelaksanaan transisi energi di tanah air.

Himbara yang terdiri dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan dukungan pembiayaan pembangunan SPKLU untuk mendukung keberadaan kendaraan listrik di Indonesia. Dukungan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PLN dan Himbara dalam rangkaian side event KTT G20 Energy Transition Working Group (ETWG) 1 di Yogyakarta pada Rabu (23/03) lalu.

Direktur Utama (Dirut) PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bentuk kerja sama dalam mempercepat pengadaan SPKLU ini merupakan komitmen untuk mengembangkan energi bersih dan menurunkan emisi karbon, serta upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik guna mempercepat tercapainya target net zero emission pada 2060 Jangka waktu pelaksanaan kerja sama berlaku hingga 31 Desember 2022, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak.

Dengan adanya dukungan dari Himbara, Darmawan berharap pembangunan dan pengembangan SPKLU bakal kian masif dengan jangkauan yang semakin luas. Ia meyakini, pembangunan SPKLU akan meningkatkan minat masyarakat dalam memiliki kendaraan listrik.

Advertisement

“Masyarakat akan semakin mudah menemukan fasilitas pengisian tenaga listrik,” kata Darma dalam keterangan resmi, Senin (28/3).

Darma meyakini, kerja sama ini juga akan berdampak pada citra positif Indonesia di mata dunia Internasional. Sebabnya, program-program penggunaan energi yang ramah lingkungan ikut didukung oleh perbankan nasional yang telah menyediakan green financing dalam pipeline pendanaan infrastruktur di Indonesia.

“Kami harapkan dukungan Himbara terhadap program pengembangan energi hijau akan terus berlanjut, khususnya pada pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional," sambung Darma.

Guna mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik, PLN gencar membangun SPKLU di sejumlah daerah. Hingga Februari 2022, total SPKLU secara nasional tercatat sebanyak 267 unit yang tersebar di 195 lokasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 SPKLU yang tersebar di 92 lokasi merupakan milik PLN. PLN juga memberikan promo bagi para pemilik kendaraan listrik berupa diskon tambah daya dan pemasangan home charging station secara gratis.

Dalam agenda transisi energi dan pengurangan emisi karbon, PLN membuka peluang kerjasama pendanaan bagi semua pihak. Tak hanya SPKLU bersama Himbara, sebelumnya PLN juga melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan internasional dan investor dalam pembangunan pembangkit EBT.

Darma mencontohkan seperti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Banten dengan kapasitas 200 MWp, PLN menggandeng AFD Perancis. PLN juga menggandeng Masdar dari UEA untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung Cirata sebesar 145 MWp.

"Kami juga melakukan pengembangan PLTA, yang terakhir di Cisokan dengan World Bank dan PLTA Poso dan PLTA Malea bersama Kalla Grup," tukas Darma.

 

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait