Wabah Hepatitis Akut Disebut Efek Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Ahli

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Zubairi Djoerban menilai hipotesis yang menyatakan penyakit hepatitis akut berkaitan dengan vaksinasi Covid-19 tidak didukung dengan data.
Image title
4 Mei 2022, 21:08
Wabah Hepatitis Akut Disebut Efek Vaksin Covid-19? Ini Penjelasan Ahli
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Pasien bernama Fandri (kiri) siswa kelas 3 SMPN 20 Depok penderita Hepatitis A menjalani rawat inap di RSUD Depok, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penyakit hepatitis akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah wabah misterius ini menjangkiti 169 anak di 12 negara. Indonesia juga melaporkan tiga orang anak meninggal dunia diduga karena penyakit ini.

Wabah ini terbilang masih misterius lantaran penyebabnya belum diketahui secara pasti. Profesor dan pakar kesehatan digital, Bruce Y Lee mengungkapkan beberapa studi yang mengindikasikan adanya pengaruh efek vaksin Covid-19 terhadap penyakit hepatitis akut.

Studi tersebut salah satunya diterbitkan dalam Journal of Hepatology pada 21 April 2022. Laporan kasus tersebut menggambarkan apa yang terjadi pada seorang pria berusia 52 tahun di Jerman yang menderita hepatitis dua akut hingga tiga minggu setelah dia mendapatkan vaksin mRNA Pfizer Covid-19.

Sampel hatinya menunjukkan bukti peradangan serta adanya sel T atau dikenal sebagai limfosit T, adalah sel darah putih yang melayani berbagai fungsi perlindungan kekebalan tubuh. Kehadiran sel T sangat menunjukkan bahwa peradangan hati pria itu mungkin disebabkan oleh respons sistem kekebalannya terhadap vaksinasi terhadap Covid-19.

Advertisement

Dokter merasa bahwa temuan tersebut sesuai dengan kemungkinan hepatitis autoimun dan merawatnya dengan budesonide oral dan akhirnya steroid yang dikombinasikan dengan asam ursodeoxycholic. Akhirnya, dalam waktu delapan minggu, tingkat enzim hati pria itu kembali normal.

"Jadi, ya, kasus ini adalah bukti bahwa hepatitis akut berpotensi menjadi efek samping dari vaksin mRNA Pfizer Covid-19," tulis Bruce Y Lee, dikutip di laman Forbes, Rabu (4/5). 

KLB HEPATITIS A DI JEMBER
KLB HEPATITIS A DI JEMBER (ANTARA FOTO/Seno)

 

Bruce juga menguraikan, terdapat cuitan oleh akun yang menyebut dirinya Donald J. Trump Tracker. Cuitan tersebut menyatakan bahwa Wakil Menteri Kesehatan Madrid mengklaim bahwa kasus hepatitis yang dilaporkan pada anak kecil mungkin terkait dengan vaksin Covid-19.

Meski begitu, kata Bruce, hipotesis terkait efek samping dari vaksin Covid-19 saat ini tidak didukung karena sebagian besar anak-anak yang terkena wabah belum divaksin Covid-19.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menyebut, hipotesis yang menyebutkan penyakit hepatitis akut dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19 belum didukung oleh data dari hasil penelitian. Saat ini, para ahli, termasuk di Indonesia sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai wabah ini.

"Sebagian besar anak-anak yang terkena hepatisis misterius ini justru belum menerima vaksinasi Covid-19," beber Zubairi, dalam cuitannya melalui Twitter, Senin (2/5).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait