ESDM Akan Umumkan Pemenang Lelang Blok Migas East Natuna Juni 2023

Muhamad Fajar Riyandanu
26 Desember 2022, 21:55
ESDM Akan Umumkan Pemenang Lelang Blok Migas East Natuna Juni 2023
Katadata
Ilustrasi blok migas

Kementerian ESDM tengah mempersiapkan lelang ulang Blok East Natuna di Kepulauan Riau usai sebagian lapangannya dilepas oleh Pertamina dan dikembalikan ke pemerintah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (migas), Tutuka Ariadji, berharap lelang blok yang sudah mandek lebih dari 45 tahun ini dapat dilakukan dalam waktu dekat, sehingga pemenangnya dapat diumumkan pada Juni 2023 mendatang.

“Kami persiapkan untuk lelang sebelum Juni, sehingga bulan Juni 2023 sudah bisa umumkan pemenangnya,” kata Tutuka, dalam Energy Corner CNBC pada Senin (26/12).

Tutuka menjelaskan, Blok East Natuna nantinya akan dibagi menjadi tiga wilayah kerja atau WK, di antaranya WK Arwana-Barakuda, WK Paus dan WK D-Alpha sebagai lapangan migas yang paling besar.

Menurutnya, Blok East Natuna ditaksir memiliki potensi gas hingga 222 triliun kaki kubik (TCF) dengan kandungan karbondioksida atau CO2 yang mencapai 71%. Kandungan CO2 yang tinggi ini berimbas pada pengelolaan yang lebih rumit dan mahal dibadingkan blok migas lainnya.

Dari rencana pecahan tiga WK tersebut, pemerintah akan mengadakan penawaran tersendiri pada WK D-Alpha kepada perusahaan multinasional yang mempunyai modal kuat dan berani mengambil risiko.

"Lapangan D-Alpha yang di tengah ini pengelolaannya tidak mudah karena banyak kandungan CO2," ujar Tutuka.

Sehingga, kata dia, pemerintah akan menawarkannya ke perusahaan-perusahaan multinasional kelas besar yang mempunyai modal yang kuat, kompetensi tinggi dan berani mengambil risiko. 

Setelah Pertamina mengumumkan pelepasan kontak migas pada lapangan D-Alpha, sejumlah perusahaan migas internasional dikabarkan berminat untuk mengelola lapangan tersebut. Satu di antaranya yakni perusahaan migas asal Rusia, Zarubezhneft.

Zarubezhneft merupakan perusahaan migas yang telah mengakuisisi 50% hak partisipasi atau participating interest (PI) milik Premier Oil di Blok Tuna, Perairan Natuna. Akuisisi dilakukan melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd.

Selain Zarubezhneft, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan beberapa perusahaan migas asal negeri jiran Malaysia juga dikabarkan tertarik untuk masuk sebagai pengelola Blok East Natuna.

"Saya kira di East Natuna sudah mulai banyak yang berminat, dari Malaysia juga berminat. Kemudian yang perusahaan dari Rusia mungkin hampir sama yang sekarang terlibat di Blok Tuna," kata Dwi saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (5/12).

Advertisement

Sebelumnya, Kementerian ESDM bakal melelang ulang proyek pengelolaan lapangan East Natuna, setelah PT Pertamina sebagai pihak yang diberi penugasan khusus memutuskan untuk mengembalikan blok migas tersebut ke tangan pemerintah.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan proses pengembangan tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi. "Iya, kami lagi bahas Natuna, targetnya secepatnya. Kami akan selesaikan dulu administratifnya," kata Arifin saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (28/11).

Saat ini, kegiatan penambangan gas di Blok East Natuna terhenti seiring keputusan ExxonMobil dan perusahaan migas asal Thailand, PTT Exploration and Production (PTT EP) yang sebelumnya merupakan bagian dari konsorsium East Natuna bersama Pertamina, memilih hengkang dan tidak melanjutkan kerja sama. Mandeknya pengelolaan lapangan gas tersebut dilatarbelakangi tingginya kandungan CO2 yang tersimpan di blok tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Arya Dwi Paramita, mengatakan perseroan masih mempertahankan sebagian WK East Natuna, Riau. WK East Natuna memiliki area yang luas, di mana salah satunya terdapat reservoir gas raksasa.

"Daerah yang kaya CO2 termasuk struktur AL rencananya akan dikembalikan ke negara dan Pertamina akan fokus untuk mempercepat ekplorasi prospek-prospek yang sudah diidentifikasi," kata Arya kepada Katadata.co.id, Rabu (30/11).

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait