Menteri Agus Sebut Akan Berikan Insentif untuk Kendaraan Bus Listrik

Pemerintah memastikan akan memberikan insentif untuk pembelian bus listrik bagi pengusaha maupun pemerintah daerah (Pemda).
Nadya Zahira
27 Desember 2022, 20:21
Menteri Agus Sebut Akan Berikan Insetif untuk Kendaraan Bus Listrik
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.
Bus listrik melintas di Jl MH. Thamrin, Jakarta. Pemerintah memastikan akan memberikan insentif untuk pembelian bus listrik.

Kementerian Perindustrian memastikan pemerintah akan memberikan insentif bagi pengusaha maupun pemerintah daerah yang membeli bus listrik. Hanya saja, implementasi waktu pemberian insentif tersebut belum bisa dipastikan mengingat rancangan insentifnya masih digodok.

“Bus listrik kita pastikan dapat insentif,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dalam Konferensi Pers dan Seminar Outlook Industri 2023, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/12/2022). 

Agus mengatakan, kebijakan insentif untuk bus listrik tersebut dikeluarkan bukan hanya untuk mendorong percepatan industri berbasis listrik di Indonesia saja, namun juga karena biaya pembelian harga bus listrik yang cukup tinggi.

"Rata-rata per unit harga bus listrik Rp 1,3 miliar, tapi karena ini adalah kepentingan publik, tentu akan menjadi perhatian kita," ujar Agus.

Selain itu, dia mengatakan, adapun untuk besaran insentif tersebut belum bisa ditentukan secara pasti dan rinci. Hal ini disebabkan karena kebijakan tersebut diambil berdasarkan benchmarking (standar atau acuan) dari beberapa negara yang sudah lebih maju dalam penggunaan mobil listrik di negara masing-masing, 

“Kita pelajari kenapa negara ini populasi mobil listriknya tinggi sekali ya, bus ini ini sedang kita pelajari berapa besar insentifnya,” ujarnya.

Sementara itu, Agus menjelaskan, jika insentif mobil dan motor listrik diberikan kepada konsumen atau pembeli, namun untuk insentif bus listrik akan diberikan kepada para pengusaha bus atau pemerintah daerah setempat.

“Kalau bus kan pembelinya bukan masyarakat, tapi pengusaha atau Pemda. Nah ini yang akan kita hitung insentifnya secara berbeda,” ujar Agus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga turut mendukung pengembangan bus listrik yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi. Pengembangan pertama yaitu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Adapun, pengembangan kedua yaitu membuat baterai yang lebih kecil dan lebih ringan. Dengan demikian, bus listrik buatan dalam negeri ini bisa lebih kompetitif. “Bus ini nantinya bisa kita gunakan untuk dalam negeri dan juga bisa kita ekspor,” tuturnya.

Meski masih sedikit jumlahnya, beberapa kendaraan listrik sudah mulai beroperasi. Berdasarkan catatan Korlantas Polri yang dihimpun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sampai September 2020 lalu, terdapat hampir 1.500 unit kendaraan bermotor listrik yang mengaspal di jalanan raya Jabodetabek.

 

Selanjutnya: Insentif Mobil Listrik >>

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait