Startup Kesehatan dan Bioteknologi Target Menarik Investasi di RI

 Zahwa Madjid
12 Januari 2023, 14:04
Startup Kesehatan dan Bioteknologi Target Menarik Investasi di RI
Kaspersky
Ilustrasi telemedicine

Wakil Menteri Kesehatan Indonesia, Dante Saksono Harbuwono mengatakan akan ada dua sektor kesehatan yang akan menarik untuk diinvestasikan pada tahun 2023. Kedua sektor tersebut adalah perusahaan rintisan atau startup kesehatan dan sektor bioteknologi.

“Top dua sektor yang akan sangat attractive untuk investing di Indonesia adalah startups kesehatan dan bioteknologi,” ujar Dante dalam acara Deal Street Asia, Indonesia PE-VC Summit 2023.

Dante menjelaskan alasan merekomendasikan untuk berinvestasi dalam startup kesehatan adalah karena layanan telemedicine banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

“Saya sarankan untuk investasi dalam model startup kesehatan karena kita menggunakan telemedicine di mana-mana dan melalui startup kita juga menggunakan startup untuk mengumpulkan data,” lanjut Dante.

Mengacu survei Katadata Insight Center (KIC) pada April lalu, jumlah pengguna baru layanan telemedicine mencapai 44,1% dalam enam bulan terakhir. Hal ini bersamaan dengan pemerintah menyediakan solusi itu bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri (isoman).

Data tersebut berdasarkan survei terhadap 2.108 responden usia di atas 16 tahun pada 28 Februari – 7 Maret. Sebanyak 1.416 di antaranya menggunakan layanan telemedicine seperti Halodoc, Alodokter, Good Doctor, dan lainnya.

Sedangkan Dante menilai dengan berinvestasi dalam sektor bioteknologi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan untuk impor bahan baku kepada negara-negara lain.

“60% bahan baku diimpor dari luar negeri jadi kami mencoba membuat bahan baku sendiri di Indonesia menggunakan bioteknologi,” tutup Dante.

Adapun, untuk mendorong inovasi berbasis bioteknologi, Kementerian Kesehatan meluncurkan inisiatif nasional bernama Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi).

Inisiatif ini merupakan usaha Kemenkes dalam  mengintegrasikan data pengurutan genom dari seluruh ekosistem kesehatan, termasuk universitas, rumah sakit, dan industri teknologi medis di seluruh Indonesia.

Nantinya, data tersebut dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit secara lebih akurat, meningkatkan efektivitas pengobatan, dan mengembangkan metode terapi yang tepat.

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait