IPO GOTO Bakal Dongkrak Bobot Indeks Sektor Teknologi BEI

Kehadiran GoTo diperkirakan akan meningkatkan bobot kapitalisasi pasar sektor teknologi yang saat ini sebesar 5% menjadi 10% dari total nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Image title
31 Maret 2022, 16:55
IPO GOTO Disebut Bakal Dongrak Bobot Indeks Sektor Teknologi BEI
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Ilustrasi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI)

Melantainya perusahaan teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di pasar modal Tanah Air diprediksi bakal meningkatkan bobot indeks yang menaungi sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sepanjang tahun lalu, indeks teknologi di BEI (IDXTECHNO) melaju kencang sebesar 707,56%. Namun, nilai kapitalisasi pasarnya baru mencapai 5% dari keseluruhan nilai kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini berada di level Rp 8.700 triliun.

Dengan melantainya GOTO di BEI, diperkirakan bobot indeks sektor teknologi akan naik menjadi 10% dari nilai kapitalisasi pasar.

"Bobot sektor teknologi itu 5%, pada saatnya GOTO melantai, sektor teknologi akan naik menjadi 10%, saya rasa itu akan menjadi katalis bagi Indonesia," kata Equity Analyst BNI Sekuritas Aurellia Setiabudi di Jakarta, Kamis (31/3).

Advertisement

Aurelia menjelaskan, saat ini mayoritas bursa saham global nilai kapitalisasi pasarnya didominasi oleh perusahaan-perusahaan di sektor teknologi. Seperti di China, misalnya sektor teknologi punya bobot 50% dari nilai kapitalisasi pasar. Sedangkan, bursa saham Amerika Serikat berada di kisaran 40% sampai dengan 50%.

Ia menyebut, saat ini GoTo memiliki tiga lini bisnis utama, yakni melalui layanan super app Gojek, lokapasar Tokopedia dan GoTo Financial. Ketiganya diyakini mempunyai prospek bisnis yang menjanjikan di Indonesia.

"Keseluruhan bisnis yang dimiliki GoTo ini menciptakan keunikan yang sulit direplikasi dan disaingi oleh pemain lainnya," tuturnya.

Seperti diketahui, GOTO telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di kisaran Rp 338 per saham dengan melepas sebanyak 46,7 miliar saham atau setara 3,43%.

Melalui penawaran umum tersebut, GOTO berpotensi meraih dana IPO sebanyak-banyaknya Rp 15,8 triliun atau menjadi raihan dana IPO terbesar di Bursa Efek Indonesia setelah Bukalapak senilai Rp 21,9 triliun dan Mitratel Rp 18,79 triliun.

Kendati jumlah saham yang dilepas ke publik tersebut lebih kecil dari prospektus awal yang disampaikan manajemen GOTO sebanyak 52 miliar saham atau setara 4,35% saham, nilai emisi IPO GoTo pada tahun ini menjadi yang terbesar ketiga di Asia serta kelima di dunia sepanjang tahun 2022 ini dengan nilai kapitalisasi pasar  diperkirakan akan mencapai Rp400,3 triliun (USD28 miliar).

Masa penawaran umum saham akan berlangsung mulai 1 - 7 April 2022 dan pencatatan di papan utama BEI dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022. Dalam IPO tersebut, GOTO menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau joint lead underwriters.

GoTo berencana menggunakan dana hasil IPO GoTo untuk mengembangkan beberapa unit bisnis perusahaan. Rinciannya, sebesar 30 % akan digunakan untuk keperluan perusahaan, 30 % untuk Tokopedia, sedangkan 25 % akan dialokasikan ke PT Dompet Anak Bangsa yang mengelola bisnis pembayaran, GoPay.

Selanjutnya, sebesar 15% akan dibagi rata ke PT Multifinance Anak Bangsa (MAB) sebagai bagian dari GoFinance, Velox Digital Singapore yang merupakan Gojek Singapura, dan juga Go Viet yaitu Gojek Vietnam.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait