35 Emiten Bakal Rights Issue Tahun Ini, Incar Dana Rp 20,3 Triliun

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia optimistis, penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih bertumbuh dengan baik yang ditunjang oleh keberlangsungan pemulihan ekonomi.
Image title
11 April 2022, 17:15
35 Emiten Bakal Rights Issue Tahun Ini, Incar Dana Rp 20,3 Triliun
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan terdapat 35 perusahaan dalam pipeline bursa yang berencana menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan potensi penggalangan dana senilai Rp 20,3 triliun sampai dengan 8 April 2022.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia menyampaikan, 35 perusahaan tersebut terdiri dari 13 perusahaan yang berasal dari sektor keuangan, 5 perusahaan dari sektor barang baku, 4 perusahaan di sektor energi, 3 perusahaan di sektor properti dan real estat.

Kemudian, terdapat 2 perusahaan di sektor infrastruktur, 2 perusahaan di sektor konsumer non primer, 2 perusahaan di sektor konsumer primer. Selanjutnya, masing-masing sebanyak 1 perusahaan di sektor teknologi, industri, kesehatan, serta di sektor transportasi dan logistik.

"Pada tahun 2022 ini, kami optimis penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih bertumbuh dengan baik yang ditunjang oleh keberlangsungan pemulihan ekonomi," kata Nyoman kepada awak media, Senin (11/3).

Advertisement

Nyoman menambahkan, terdapat beberapa indikator pasar modal menjadi faktor yang mengindikasikan ramainya perusahaan menambah saham baru melalui skema rights issue pada tahun ini seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor di pasar modal Indonesia juga mengalami tren yang meningkat.

Menurutnya, kondisi pasar modal yang kondusif  tidak terlepas dari dukungan otoritas pasar modal dan stakeholders yang ada di pasar modal. Seluruh stakeholders pasar modal yang disupervisi oleh OJK, katanya, terus berupaya menjadikan pasar modal Indonesia lebih inklusif. Beberapa kemudahan dan relaksasi telah diberikan bagi semua tingkatan perusahaan yang diwujudkan dengan berbagai penyesuaian peraturan dan penyusunan kajian terkait mekanisme pencatatan saham.

"Kami yakin bahwa semua hal positif di atas turut memberikan optimisme tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya," imbuh Nyoman.

Seperti diketahui, penambahan modal melalui rights issue PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyentuh level raihan emisi tertinggi sepanjang masa pada tahun lalu. BRI menerbitkan sebanyak 28,21 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 3.400 per saham dan memperoleh dana rights issue sebesar Rp95,9 triliun.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait