Crossing Saham Rp 8,72 T, XL Resmi Akuisisi Link Net dari Grup Lippo

Dengan transaksi crossing tersebut, Grup XL Axiata kini menguasai sebanyak 66% saham Link Net dari Grup Lippo
Syahrizal Sidik
22 Juni 2022, 17:57
Crossing Saham Rp 8,72 T, XL Resmi Akuisisi Link Net dari Grup Lippo
ANTARA FOTO/Reno Esnir
Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini (tengah) dan jajaran direksi (dari kiri-kanan) Direktur Abhijit Navalekar, Direktur Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur Yessie D. Yosetya dan Direktur Allan Bonke berfoto bersama usai RUPS Tahunan PT XL Axiata Tbk. di Jakarta.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengeksekusi rencana akuisisi pembelian saham PT Link Net Tbk (LINK) dari Grup Lippo.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, pada perdagangan Rabu ini (22/6) terjadi transaksi crossing saham di pasar negosiasi saham LINK dengan total transaksi Rp 8,72 triliun dari pembelian sebanyak 18,2 juta lot saham.

Transaksi itu terjadi dalam dua kali pembelian. Transaksi pertama, Maybank Sekuritas dengan kode broker ZP, bertindak sebagai pembeli saham LINK dengan volume sebanyak 12,7 juta lot saham dengan harga pembelian Rp 4.800 dengan transaksi Rp 6,078 triliun. Maybank membeli saham dari CGS CIMB Sekuritas dengan kode broker KI.

Kemudian, pada transaksi kedua, Mandiri Sekuritas dengan kode broker CC, membeli sebanyak 5,5 juta lot saham dari Ciptadana Sekuritas (KI) dengan harga pembelian Rp 2,64 triliun.

Advertisement

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Ranty Astari Rachman telah mengumumkan transaksi pembelian saham LINK.

Hal ini berkenaan dengan rencana perusahaan membeli 550.316.196 saham atau setara dengan 20,00% kepemilikan non kendali di PT Link Net Tbk (Linknet) dari Asia Link Dewa, Pte. Ltd. (ALD).

"Perseroan telah menyelesaikan transaksi pada tanggal kejadian (22 Juni 2022)," katanya, dalam pengumuman di keterbukaan informasi, Kamis (22/6).

Terkait transaksi ini, Sekretaris Perusahaan PT First Media Tbk (KBLV) selaku pemegang saham LINK menyatakan, First Media telah menjual dan mengalihkan seluruh kepemilikannya di Link Net berjumlah 798,96 juta saham yang mewakili 29,04% dari seluruh saham Link Net dengan total nilai transaksi sebesar Rp3,83 triliun.

Sedangkan, Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) juga melakukan penjualan dan pengalihan kepada AII dan XL Axiata atas seluruh kepemilikan ALD di Link Net sejumlah 1,017 miliar saham yang mewakili 36,99% dari seluruh saham Link Net.

Rencananya, First Media akan menggunakan dana dari transaksi ini untuk memperkuat struktur keuangannya, termasuk melunasi fasilitas pinjaman yang ada, serta untuk berinvestasi dalam bisnis-bisnis berprospektif melalui anak-anak usahanya.

"Dengan industri digital yang telah menjadi lanskap bisnis baru di dunia dan pertumbuhan eksponensial konsumsi media digital di Indonesia, First Media berfokus dalam mengembangkan bisnis di bidang media, pembuatan konten dan penyiaran televisi digital," ungkap First Media, dalam keterangan resminya, Rabu (22/6).

Sebelumnya, Axiata Group Berhad pada awal Januari lalu menyepakati perjanjian untuk mengakuisisi 66,03% saham Link Net dari Asia Link Dewa Pte Ltd (ALD) dan PT First Media Tbk (FM) 1,82 miliar saham melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (AII). Harga pelaksanaan akuisisi tersebut Rp 4.800 per saham, sehingga Axiata bakal merogoh kocek senilai Rp 8,72 triliun.

AII akan diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib untuk membeli 33,97% saham Link Net yang tersisa sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. 

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, seiring dengan meningkatnya permintaan layanan digital, XL Axiata bersiap untuk mewujudkan visi menjadi operator konvergensi terkemuka di Indonesia.

"Sinergi yang akan dibuka melalui kolaborasi dengan Link Net ini menghadirkan proposisi yang menarik mengingat hal ini menjadi kesempatan untuk menggabungkan kekuatan konektivitas seluler, layanan broadband berbasis kabel, dan konten," kata Dian.

Link Net mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2000 dan sejak saat itu telah berkembang menjadi salah satu penyedia akses internet berkecepatan tinggi melalui jaringan tetap (high-speed broadband) dan TV kabel terkemuka di Indonesia, menjangkau 2,8 juta rumah di 23 kota dengan basis pelanggan sebesar sekitar 860.000.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait