Triputra Agro Suntik Modal Anak Usaha Rp 300 Miliar

Triputra Agro menyuntik modal anak usahanya, PT Agro Multi Persada (MAP) dan PT Persada Agro Nusantara (PAN) masing-masing sebesar Rp 150 miliar.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
24 Juni 2022, 15:29
Triputra Agro Suntik Modal Anak Usaha Rp 300 Miliar
123rf.com/asnida marwani
Ilustrasi lahan kelapa sawit, CPO

PT Triputra Agro Tbk (TAPG) melakukan penyertaan modal ke entitas usaha yakni, PT TAP Applied Agri Services (TAPAS) melalui PT Agro Multi Persada (MAP) dan PT Persada Agro Nusantara (PAN) sebesar Rp 150 miliar.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada 23 Juni 2022. Adapun, PT MAP merupakan perusahaan terkendali perseroan dengan kepemilikan sebesar 94,93% dan merupakan pemegang saham TAPAS dengan kepemilikan sebesar 99,90%, sementara PT PAN adalah pemegang saham TAPAS dengan kepemilikan sebesar 0,10%.

Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjang mengatakan, transaksi yang dilakukan tidak berdampak material, serta tidak ada perubahan kepemilikan atas transaksi kenaikan modal yang dilakukan pada TAPAS.

Sehari sebelumnya, TAPG juga menyuntikkan modal kepada entitas usahanya yakni, PT Muaratoyu Subur Lestari (MSL) melalui PT Agro Multi Persada (MAP) dan PT Persada Agro Nusantara (PAN). PT MAP merupakan pemegang saham MSL dengan kepemilikan sebesar 99,90% dan PT PAN adalah pemegang saham MSL dengan kepemilikan sebesar 0,10%.

Advertisement

"Transaksi ini juga tidak berdampak material dan tidak menyebabkan perubahan kepemilikan pada MSL," kata Joni dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (24/6).

Berdasarkan laporan keuangan, pada kuartal I 2022, Triputra Agro membukukan laba bersih sebesar Rp 873,50 miliar atau naik 512% dari sebelumnya sebesar Rp 142,72 miliar. Kenaikan laba seiring dengan pendapatan perseroan yang juga meroket sebesar 62,14% menjadi Rp 2,19 triliun dari sebelumnya Rp 1,35 triliun.

Adapun, penjualan kelapa sawit dan inti kelapa sawit berkontribusi sebesar Rp 2,16 triliun atau naik dari sebelumnya sebesar Rp 1,32 triliun. Kemudian, penjualan tandan buah segar tercatat sebesar Rp 13,93 miliar pada kuartal I 2022, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 19,37 miliar, serta penjualan produk karet menyumbang sebesar Rp 8,19 miliar, naik dari sebelumnya sebesar Rp 5,88 miliar.

Beban pokok penjualan perseroan tercatat sebesar Rp 1,36 triliun atau naik dari sebelumnya sebesar Rp 1,05 triliun. Kemudian, beban penjualan dan pemasaran tercatat sebesar Rp 45,97 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp 127 miliar dan beban lainnya tercatat sebesar Rp 4,71 miliar.

Tahun ini, perseroan menyiapkan tiga strategi untuk meningkatkan kinerja yakni, membangun satu unit pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Timur dengan kapasitas 30 ton per jam (TPH), membangun satu unit pabrik palm kernet oil (PKO) di Kalimantan Tengah dengan kapasitas 300 ton per hari, dan fokus pada program konservasi air sebagai inisiatif untuk mendapatkan pertumbuhan produksi yang berkesinambungan.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait