Merdeka Copper Beri Pinjaman Modal Anak Usaha Rp 3,37 Triliun

Tujuan pemberian pinjaman ini akan digunakan Merdeka Battery Materials, anak usaha yang sahamnya dimiliki 55,26% oleh Merdeka Copper untuk modal kerja umum.
Syahrizal Sidik
4 Agustus 2022, 17:47
Merdeka Copper Beri Pinjaman Modal Anak Usaha Rp 3,37 Triliun
merdekacoppergold.com
Ilustrasi tambang milik Merdeka Copper

 

Emiten pertambangan emas milik Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memberi pinjaman kepada anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials (MBM) sebesar US$ 225 juta atau sekitar Rp 3,37 triliun dengan asumsu kurs Rp 15.000 per dolar AS.

Tujuan pemberian pinjaman ini akan digunakan MBM untuk modal kerja umum.  Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perusahaan, transaksi ini merupakan transaksi material karena lebih dari 20% dari ekuitas MDKA. Perseroan akan bertindak menggantikan kreditur sebelumnya yang memberi pinjaman awal. 

"Perseroan menggantikan kedudukan pemberi pinjaman awal atas sebagian komitmen penerima pinjaman awal berdasarkan perjanjian fasilitas awal serta antara lain mendanai modal kerja umum grup MBM," tulis prospektus Merdeka Copper, dikutip Kamis (4/8). 

Advertisement

Terkait pinjaman ini, nantinya MBM akan dikenakan bunga sebesar jumlah dari tingkat suku bunga acuan majemuk, dan margin senilai 4,25% setiap tahunnya. Sedangkan, MDKA akan diberikan marjin tambahan senilai 2,5% yang hanya akan diterapkan untuk bagian pinjaman yang diberikan oleh perseroan.

Nantinya, marjin tersebut serta akan diakumulasikan dan dibayarkan oleh MBM pada tanggal jatuh tempo yang berdasarkan perjanjian pada 30 September 2026 mendatang atau tanggal lainnya yang disepakati. 

Sebagaimana diketahui, MBM adalah perusahaan terkendali yang sahamnya dimiliki oleh perseroan secara tidak langsung sebesar 55,26%. MBM melakukan kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding secara aktivitas konsultasi manajemen lainnya.

 

Sampai dengan periode kuartal pertama tahun ini, MDKA tercatat mengantongi laba sebesar US$ 69,65 juta atau sekitar Rp 1,04 triliun.

Perolehan laba tersebut berkebalikan dari rugi sebesar US$ 4,98 juta atau setara Rp 74,70 miliar dari kuartal pertama tahun lalu.

Penyebab kenaikan laba bersih tersebut lantaran MDKA mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 164,42% menjadi Rp 123,09 juta atau sekitar Rp 1,84 triliun dari sebelumnya US$ 46,55 juta atau sebesar Rp 698,25 miliar.

Tercatat, total aset perusahaan sampai dengan 31 Maret 2022 sebesar Rp 25,40 triliun yang terdiri dari liabilitas Rp 12,54 triliun dan ekuitas Rp 11,47 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait