Kapan BCA Digital Akan IPO? Manajemen Beberkan Bocorannya
Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan akan membesarkan bisnis anak usahanya yang bergerak di bisnis bank digital BCA Digital terlebih dahulu sebelum blu melantai ke bursa saham.
Sekretaris Perusahaan BCA Raymon Yonarto mengungkapkan, ada banyak hal yang dipertimbangkan sebelum BCA Digital melantai di bursa, salah satunya fundamental bisnis yang kuat dan mempertimbangkan kondisi perekonomian domestik.
Hal tersebut terefleksikan pada kemampuan perusaahan mencetak laba bersih. Meski dia meyakini, bank digital perseroan memiliki potensi yang besar meski baru satu tahun berjalan.
"Kita melihat potensinya besar, kita pikirkan membantu perkembangannya dulu. Kalau sudah profit kemungkinan besar akan masuk ke pasar," katanya, dalam paparan publik, Rabu (14/9).
Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengungkapkan saat ini memang belum ada target waktu yang secara spesifik bagi BCA Digital melakukan penawaran umum perdana saham. Namun, pada prinsipnya BCA akan terus mendukung pengembangan usaha BCA Digital, termasuk suntikan modal tambahan pada akhir tahun lalu sebesar Rp 2,7 triliun.
"Akhir tahun lalu kami menyuntikkan modal, sekarang modal intinya (BCA Digital) Rp 4 triliun. Kami mendukung salah satu anak usaha kami BCA Digital," ungkapnya.
Seperti diketahui, Bank Digital BCA adalah bank digital yang fokus pada segmen milenial. Bank ini sebelumnya bernama Bank Royal usai diakuisisi pada 2019 lalu kemudian berganti nama menjadi Bank Digital BCA.
Sejak setahun diluncurkan, BCA Digital telah menyalurkan kredit lewat chanelling, joint financing, dan penyaluran langsung ke nasabah sebesar Rp 1,75 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun lebih dari Rp 4,4 triliun.
Hingga 15 Juli 2022, tercatat 806 ribu pengguna bank digital BCA tersebut yang aktif melakukan transaksi keuangan dengan total transaksi Rp 36 triliun.