Lo Kheng Hong Untung Rp 472 Miliar Usai Jual Seluruh Saham Petrosea

Lo Kheng Hong menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Petrosea sebesar 15,01% melalui tender wajib PT Caraka Reksa Optima untuk tujuan divestasi.
Syahrizal Sidik
4 Oktober 2022, 15:32
Lo Kheng Hong Untung Rp 472 Miliar Usai Jual Seluruh Saham Petrosea
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Lo Keng Hong menjual seluruh kepemilikan sahamnya di PT Petrosea Tbk. dan meraup keuntungan Rp 472 miliar.

Investor kawakan Tanah Air, Lo Keng Hong meraup keuntungan sebesar Rp 472,16 miliar setelah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan kontraktor migas, PT Petrosea Tbk (PTRO).

Berdasarkan keterangannya di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Lo melepas sebanyak 151.432.100 saham yang setara dengan kepemilikan 15,01% saham PTRO dengan harga pelaksanaan Rp 3.118 per saham.

Transaksi itu dilakukan melalui penawaran tender wajib (tender offer) yang dilaksanakan PT Caraka Reksa Optima (CARA) pada 23 September 2022.  Saat ini CARA bertindak sebagai pemegang saham pengendali baru perusahaan dengan kepemilikan 89,8% saham.

"Tujuan transaksi untuk divestasi," ungkap Lo Kheng Hong, dikutip Selasa (4/10).

Advertisement

Petrosea adalah perusahaan yang bergerak di sektor migas. Sampai dengan 30 Juni 2022, emiten bersandi PTRO ini meraup pendapatan Rp 3,06 triliun dengan laba bersih Rp 159,90 miliar. Total asetnya mencapai Rp 8,37 triliun, yang terdiri dari liabilitas Rp 4,36 triliun dan ekuitas Rp 4 triliun hingga semester pertama tahun ini. 

Sebelumnya, usai merampungkan tender wajib, Petrosea akan melakukan ekspansi bisnis ke beberapa bidang. "Ekspansi bisnis yang dilakukan Petrosea berkembang menjadi sustainable resource company yang mendukung pengembangan sektor pertambangan di Indonesia," tulis perseroan dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (30/9). 

Salah satu bentuk ekspansi bisnis di sektor batu bara yaitu menggandeng PT Indo Bara Pratama pada bulan September 2022 dengan nilai sebesar Rp 2,89 triliun, serta dalam  jangka waktu lima tahun.

Sedangkan di sektor emas, salah satu realisasi dari implementasi strategi diversifikasi Petrosea merupakan perolehan kontrak dari PT Santana Rekso Nindhana untuk jasa EPCM di proyek tailing management di tambang emas yang dimiliki oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) pada bulan Juli 2022 lalu.

Adapun, nilai kontraknya yaitu Rp 3,6 triliun selama lima tahun termasuk pembangunan infrastruktur. Sampai saat ini, perusahaan terus mempercepat penyelesaian pembangunan tailing infrastructure sehingga ditargetkan dalam waktu dekat dapat memasuki tahap produksi.

Ke depannya, Petrosea menargetkan dapat mengerjakan proyek-proyek jasa pertambangan emas lainnya di Indonesia.

Tidak hanya itu, di sektor nikel, Petrosea telah menandatangani kontrak dengan PT Cipta Djaya Selaras Mining untuk jasa pertambangan pit-to-port dan pembangunan infrastruktur pertambangan dengan nilai kontrak Rp 1,58 triliun selama empat tahun.

Pada perdagangan Selasa ini, harga saham Petrosea terpantau bergerak menguat sebesar 1,69% ke level Rp 3.010 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 3,04 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait