Wall Street Melemah, Investor Cemas The Fed Agresif Naikkan Bunga

Indeks saham acuan di Bursa Wall Street, AS terkoreksi imbas rilis data tenaga kerja pada September yang meningkat dan kecemasan investor The Fed akan kembali agresif menaikkan suku bunga.
Syahrizal Sidik
6 Oktober 2022, 08:19
Wall Street Melemah, Investor Cemas The Fed Agresif Naikkan Bunga
Pixabay/Rabbimichoel
Ilustrasi Bursa Saham AS Wall Street

Reli bursa saham utama di Amerika Serikat terhenti pada perdagangan Rabu kemarin. Bursa Wall Street berakhir di zona merah usai menguat selama dua hari berturut-turut.

Indeks Nasdaq melemah paling dalam sebesar 0,25%, disusul pelemahan indeks S&P 500 sebesar 0,20% dan indeks Dow Jones terkoreksi 0,14%.

Beberapa saham yang menjadi pemberat laju bursa Wall Street dan menjadi top losers kemarin ialah saham Tesla Inc yang jatuh 3,46%. Saham Boeing Co juga terkoreksi 1,04%.

Emiten lainnya yang menjadi pemberat bursa AS ialah penurunan harga saham Goldman Sachs Group dan JPMorgan Chase & Co yang masing-masing tercatat turun sebesar 1,86% dan 1,23%.

Advertisement

Direktur MNC Asset Management, Edwin Sebayang berpendapat, penurunan laju bursa saham Wall Street disebabkan karena rilis data tenaga kerja Amerika pada bulan September yang menunjukkan penguatan.

Tercatat, pada September data tenaga kerja AS bertambah sebanyak 208.000 seiring dengan mulai meredanya kekhawatiran mengenai pandem virus corona dan sudah kembali dibukanya aktivitas sekolah.

Sehingga, sentimen ini kembali memunculkan perkiraan The Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunganya sebesar 75 basis poin pada pertemuan yang akan dihelat pada  1-2 November mendatang.

Edwin juga memprediksi, kejatuhan Bursa Wall Street akan menjadi pemberat bagi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini di tengah sentimen kejatuhan sejumah harga komoditas seperti batu bara 1,04% dan emas yang turun 0,82%.

Selain itu,imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar juga naik 3.3% dan kenaikan indeks dolar AS ke level 111.12  akan memberi tekanan bagi bursa saham Tanah Air.

Sebelumnya, pada Rabu (5/10) kemarin, IHSG berakhir di zona hijau dengan penguatan 0,04% ke level 7.075 pada akhir perdagangan. Nilai kapitalisasi pasar bursa saham domestik juga naik menjadi Rp 9.324,79 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait