PGN Beli Kembali Obligasi Global Rp 6,29 Triliun

PGN akan melaksanakan penawaran tender hingga 23 Desember 2022 mendatang.
 Zahwa Madjid
30 November 2022, 07:00
PGN Beli Kembali Obligasi Global Rp 6,29 Triliun
Pertamina
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Emiten penyalur gas BUMN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengumumkan telah memulai penawaran tender untuk pembelian kembali (buyback) obligasi global.

Obligasi tersebut adalah surat utang senior yang diterbitkan perseroan pada 16 Mei 2014 dengan nilai senilai US$ 1, 350 miliar dengan bunga 5,125% untuk jangka waktu selama 10 tahun.

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, aksi buyback ini merupakan langkah proaktif dalam mengelola surat utang yang akan jatuh tempo pada 2024 mendatang.

“Perseroan berencana untuk melakukan pembelian kembali surat utang berdasarkan suatu memorandum penawaran tender,” ungkap manajemen PGN dalam keterangan resminya.

Perseroan menargetkan pembelian kembali obligasi hingga US$ 400 juta atau sekitar Rp 6,29 triliun (asumsi kurs Rp 15,732). PGAS menunjuk Mandiri Securities Pte. Ltd (MSPL) sebagai dealer manager untuk pembelian kembali obligasi tersebut. 

Merujuk keterbukaan di bursa Singapura, Selasa (29/11), penawaran tender akan dilaksanakan hingga 23 Desember 2022 mendatang. Para pemegang obligasi yang akan ikut serta pada penawaran tender dapat memberikan persetujuan awal sebelum 9 Desember 2022.

Pemegang obligasi akan mendapatkan uang tunai untuk obligasi yang dibeli kembali perseroan dengan harga US$1.005,5 untuk setiap pemegang obligasi senilai US$1.000 atau lebih tinggi 0,55% dari nilai pokok obligasinya.

Sedangkan bagi para pemegang obligasi yang bakal melaksanakan penjualan kembali obligasinya setelah tanggal 9 Desember bakal dihargai sebesar US$999,5 per US$1.000 nilai pokok obligasi atau lebih rendah 0,05%. 

Sampai dengan periode September 2022, perseroan membukukan laba bersih US$ 310,52 juta atau setara Rp 4,86 triliun (asumsi kurs Rp 15.863/US$).

Raihan laba tersebut naik 8,49% dari raihan periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 286,21 juta atau setara Rp 4,48 triliun.  Berdasarkan laporan keuangan tertulis, kenaikan laba bersih ditopang oleh pendapatan PGAS yang juga naik 17,18% menjadi US$ 2,64 miliar atau setara Rp 41,42 triliun dari total pendapatan sebelumnya US$ 2,25 miliar, setara Rp 35,35 triliun.

 

 

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait