ASEAN Banking Council Sepakat Bakal Integrasikan Sistem Pembayaran

Syahrizal Sidik
2 Desember 2022, 10:40
ASEAN Banking Council Sepakat Integrasi Sistem Pembayaran di Kawasan
Katadata/Syahrizal Sidik
Pertemuan ini diikuti oleh sekitar 200 perwakilan asosiasi perbankan dari negara-negara ASEAN. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) sebagai anggota ABA selaku tuan rumah.

 

ASEAN Bankers Association (ABA) menyepakati konektivitas, integrasi, dan keberlanjutan sistem pembayaran yang mampu meningkatkan skala dan kapasitas di level ASEAN pada perhelatan “50th ASEAN Banking Council (ABC) Meeting” di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, (30/11) hingga Jumat, (2/12). 

Pertemuan ini diikuti oleh sekitar 200 perwakilan asosiasi perbankan dari negara-negara ASEAN. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) sebagai anggota ABA selaku tuan rumah.

Untuk itu, masing-masing perwakilan dari negara ASEAN akan mengkaji dan menyiapkan regulasi yang memungkinkan terjadinya konektivitas dan integrasi sistem pembayaran antar-negara di kawasan ASEAN.

“Bank Indonesia menyambut baik inisiatif ini. Kami menilai positif karena jika terjadi integrasi dan masing-masing negara  terkoneksi akan mudah dalam transaksi perbankan” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Jumat (2/11).

“Kalau hambatan ini ditiadakan akan mampu meningkatkan volume dan transaksi sistem pembayaran di skala ASEAN yang pada akhirnya memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di kawasan.”

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar. Menurut Mahendra, OJK turut mendukung sistem keuangan yang berkelanjutan, sistem keuangan digital, dan integrasi keuangan di wilayah ASEAN.

“Dengan interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas di kawasan ASEAN berpotensi mendukung pengembangan ekonomi, tak hanya di Indonesia tapi juga secara global,” ujar Mahendra.

Mahendra menilai, perlu ada kelompok kerja yang membahas bagaimana visi besar ini bisa diwujudkan bersama-sama. Untuk itu, masing-masing negara perlu mengkaji dan menyiapkan regulasi yang memungkinkan terjadinya konektivitas sistem pembayaran tanpa batas (borderless) di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo menyambut baik berbagai komitmen yang disepakati dalam ABC Meeting demi keberlanjutan ekonomi di kawasan ASEAN.

Namun, kesepakatan tersebut dalam implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi di  masing-masing negara karena tantangan yang dihadapi oleh masing-masing negara akan sangat berbeda. 

Tiko menuturkan, jumlah penduduk di ASEAN yang mencapai lebih dari 500 juta jiwa menjadi sentra pertumbuhan dengan populasi besar dan bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan global ke depannya.

Perbanas melihat, terobosan yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam menghadirkan sistem pembayaran yang efektif dan efisien, baik melalui QRIS maupun BI Fast bisa ditingkatkan skala dan kapasitasnya di level ASEAN.

"Transaki perbankan di ASEAN secara bertahap bisa menjadi ekosistem digital terintegrasi," ujarnya.

Reporter: Syahrizal Sidik
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait