IHSG Anjlok 8 Hari Beruntun, Terseret Kejatuhan Saham GOTO

Syahrizal Sidik
12 Desember 2022, 11:12
IHSG Anjlok 8 Hari Beruntun, Terseret Kejatuhan Saham GOTO
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/12) kembali melemah sebesar 0,23% ke level 6.698,74. Pagi ini, IHSG juga sempat menyentuh level terendah di 6.641,81 dan menandai pelemahan selama delapan hari perdagangan bursa secara beruntun.

Sampai dengan pukul 10.52, terpantau nilai transaksi bursa mencapai Rp 5,15 triliun dengan frekuensi sebanyak 456,111 kali dengan volume 9,96 miliar saham. Adapun nilai kapitalisasi pasar IHSG juga menurun ke posisi Rp 9.218,26 triliun.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Handiman Soetoyo mengungkapkan, ada sejumlah katalis negatif yang menjadi penahan laju IHSG. Pada sepekan terakhir, IHSG turun 4,4%, pelaku pasar asing menjual bersih senilai Rp 8,4 triliun.

“Penurunan tersebut didorong oleh sektor energi, keuangan, infrastruktur, konsumen dan teknologi seperti ITMG, ARTO, BMRI, UNVR, and GOTO,” kata Handiman, dalam publikasi riset, dikutip Senin (12/12).

Pada perdagangan Senin ini, harga saham GOTO kembali turun 6,45% ke level Rp 87 per saham. Selama sepekan terakhir, harga sahamnya anjlok 29,27%. Sedangkan, dalam 11 hari terakhir, saham GOTO secara berturut-turut terus menyentuh auto reject bawah (ARB). Penurunan ini menyebabkan nilai kapitalisasi pasarnya menyusut menjadi Rp 103,04 triliun. 

Handiman melanjutkan, dari bursa global, pada akhir pekan lalu, Bursa Wall Street, Amerika Serikat juga jatuh setelah rilis data Producer Price Index (PPI) AS yang naik menjadi 0,4%, lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal ini menunjukkan inflasi belum mereda. Sementara itu, Survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan menunjukkan konsumen menjadi lebih optimistis tentang ekonomi di Desember, naik 3,1 menjadi 59,1.

Di sisi lain, The Fed dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan FOMC Rabu ini, di mana pasar mengharapkan kenaikan suku bunga kebijakan 50 basis poin (bps), setelah empat kali kenaikan suku bunga 75 bps pada pertemuan sebelumnya.

Sementara itu Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG masih dalam trend bearish selama di bawah 6.890.

Secara teknikal, indikator MACD death cross, stochastic oversold, di bawah support 6.891, candle inside day. Jika bisa ditutup harian di bawah 6.890, IHSG masih berpeluang koreksi dengan target 6.747 (tercapai), 6.683, 6.587. Jika rebound, IHSG berpeluang menuju 6.820, 6.980.

“Level resistance (batas atas) pada perdagangan Senin (12/12) berada di 6.747, 6.787, 6.820, 6.892, dengan support (batas bawah): 6.683, 6.655, 6.611, 6.559. Perkiraan range pada perdagangan hari ini di rentang 6.650 - 6.780,” kata Andri.

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait