IHSG Mulai Ditutup Naik 0,29% Usai 7 Hari Melemah Berturut-turut

IHSG berhasil bangkit pada perdagangan di awal pekan ini, Senin (12/12) dengan kenaikan 0,29% ke level 6.734 usai terkapar selama 7 hari perdagangan beruntun.
Patricia Yashinta Desy Abigail
12 Desember 2022, 16:57
IHSG Ditutup Naik 0,29% Usai 7 Hari Melemah Berturut-turut
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi layar pergerakan IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan kenaikan 0,29% ke level 6.734 pada hari ini, Senin (12/12). Sebelumnya IHSG selama 7 hari perdagangan berturut-urut terus tertekan menjelang pengumuman suku bunga The Fed dan anjloknya saham di sektor teknologi. 

Menurut riset PT Surya Fajar Sekuritas, pasar akan menantikan agenda rilis inflasi Amerika Serikat pada Selasa (13/12) pada waktu setempat. Inflasi AS diperkirakan kembali mengalami perlambatan dari 7,7% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 7,3% yoy.

"Selain itu pasar juga akan menantikan agenda pertemuan the Fed pada hari Rabu waktu setempat," tulis SF Sekuritas, Selasa (12/12). Sementara, The Fed diperkirakan menaikkan suku bunga hanya sebesar 50 basis poin (bps), lebih rendah dari sebelumnya yang sebesar 75 bps.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini tercatat mencapai Rp 12,98 triliun dengan volume 22,86 miliar saham dan frekuensi sebanyak 993.031 kali.

Tercatat 226 saham terkoreksi, 316 saham menguat, dan 162 saham tidak bergerak. Sedangkan untuk kapitalisasi pasar IHSG pada hari ini juga tergerus menjadi Rp 9.272,84 triliun.

Beberapa saham yang paling aktif diperdagangkan pelaku pasar hari ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 821,4 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 7258 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 557,4 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 547,5 miliar.

Kinerja IHSG berkebalikan dengan laju bursa di Asia yang hari ini seluruhnya berada di zona merah. Adapun, Nikkei 225 turun 0,21%, Hang Seng turun 2,20%, Shanghai Composite turun 0,87%, dan Strait Times turun 0,24%.

Mayoritas sektor perdagangan bursa Tanah Air  berada di zona hijau. Dipimpin oleh sektor non primer yang naik hingga 1,21%. Adapun saham di sektor non primer yang naik misalnya, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 3,64% atau 45 poin menjadi Rp 1.280 per saham.

Selanjutnya, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 2,46% atau 250 poin menjadi Rp 10.400 per saham. Terakhir PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 1,52% atau 70 poin menjadi Rp 4.690 per saham.

Sektor saham yang berada di zona hijau yaitu sektor transportasi naik 1,06%, sektor energi naik 0,54%, dan sektor kesehatan naik 0,73%. Sementara sektor properti naik 0,78%, sektor industri dasar naik 0,16%, sektor keuangan naik 0,18%, sektor industri naik 0,22%, dan sektor primer naik 0,04%. namun sektor infrastruktur turun 0,24% dan sektor teknologi turun 2,35%.

Berikut ini deretan saham-saham yang berada di top gainers :


1. PT Meta Epsi Tbk
2. PT Chemstar Indonesia Tbk
3. PT Wahana Pronatural Tbk
4. PT Pelayanan National Bina Buana Raya Tbk

Saham-saham yang berada di top losers yaitu :


1. PT Era Graharealty Tbk
2. PT Isra Presisi Indonesia Tbk
3. PT Techno9 Indonesia Tbk
4. PT Arthavest Tbk

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait