Astrindo Minta Restu Akuisisi PTT Mining Hong Kong Rp 7,37 Triliun

Astrindo akan mengakuisisi seluruh saham PTT Mining Limited dari PTT International Holdings Limited senilai Rp 7,37 triliun. Agenda ini akan dibahas pada RUPSLB 15 Desember 2022.
 Zahwa Madjid
12 Desember 2022, 18:19
Astrindo Minta Restu Akuisisi PTT Mining Hong Kong Rp 7,37 Triliun
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Ilustrasi. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) meminta restu pemegang saham mengenai rencana akuisisi 100% saham perusahaan tambang batu bara, PTT Mining, Hong Kong.

PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) akan melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Desember mendatang untuk meminta restu terkait rencana mengakuisisi perusahaan tambang batu bara senilai Rp 7,37 triliun.

Melalui keterbukaan informasi, BIPI berencana mengakuisisi 100% saham perusahaan tambang PTT Mining Limited yang dimiliki oleh PTT International Holdings Limited, perusahaan yang didirikan di Hong Kong.

Nantinya, pengambilalihan saham akan dilakukan melalui anak usaha BIPI, PT Sintesa Bara Gemilang (SBG). Dengan terealisasinya rencana transaksi akuisisi seluruh saham PTT Mining Limited, ini akan menjadi salah satu aset perseroan yang dapat memperkuat struktur kinerja dan laporan keuangan secara konsolidasi. 

Objek rencana transaksi adalah seluruh saham PTT Mining Limited sebanyak 100 lembar saham dengan nilai HKD 1,00 per lembar saham dan 20,41 juta lembar saham dengan nilai US$ 24,38 per saham 

Nilai dari rencana transaksi adalah sebesar US$ 471,16 juta  atau sekitar Rp 7,37 triliun (asumsi kurs 1 US$ = Rp 15,647) . Jumlah tersebut merupakan 95,13% dari total ekuitas perseroan.

“Dengan terealisasinya rencana transaksi, perseroan optimis akan mendapatkan kontribusi positif pada kinerja keuangan," ujar manajemen dalam keterangan resmi, dikutip Senin (12/12). 

"Perseroan juga berharap kinerja secara keseluruhan, baik infrastruktur maupun pertambangan batu bara, pada akhirnya dapat beroperasi dengan basis netral karbon di masa yang akan datang." 

Sinesta Bara Gemilang pun sudah membayarkan deposit sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 783 miliar (asumsi kurs 1 US$ = Rp 15,647) sebagai syarat pendahuluan rencana transaksi.

Pada penutupan perdagangan hari ini, BIPI ditutup zona hijau dengan kenaikan 2,67% menjadsi Rp 192 per saham. Adapun volume perdagangan mencapai 974 juta dengan frekuensi 7.811 kali.

Dalam setahun terakhir, BIPI mencatatkan kenaikan hingga 284%. Sedangkan kapitalisasi pasar Astrindo Nusantara Infrastruktur mencapai 11,12 triliun.

 

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait