Telkom Berpotensi Rugi Rp 7,7 Triliun dari Investasi di Saham GOTO

Telkom berpotensi mengalami kerugian yang belum direalisasi hingga Rp 7,7 triliun dengan asumsi harga saham GOTO hingga akhir 2022 berada di level Rp 50 sampai dengan Rp 120 per saham.
Patricia Yashinta Desy Abigail
15 Desember 2022, 15:45
Telkom Berpotensi Rugi Rp 7,7 Triliun dari Investasi di Saham GOTO
Telkom
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Emiten telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), berpotensi membukukan kerugian yang belum direalisasi senilai Rp 6,1 triliun sampai dengan Rp 7,7 triliun untuk tahun buku 2022. Asumsi ini mengacu pada pergerakan saham GOTO yang ditutup di level Rp 100 per saham pada 13 Desember 2022 yang berarti, nilai kerugian yang belum direalisasi mencapai Rp 6,5 triliun. 

Analis Mirae Asset Sekuritas, Jennifer A. Harjono mengatakan, potensi kerugian yang belum direalisasi itu bertambah sekitar Rp 3 triliun sampai dengan Rp 4,6 triliun di kuartal IV tahun ini. 

"Dengan memperkirakan harga saham GOTO pada kisaran Rp 50 sampai dengan Rp 120 pada akhir 2022, TLKM berpotensi mencatat kerugian belum terealisasi senilai Rp 6,1 triliun sampai dengan Rp 7,7 triliun," kata Jennifer, dalam publikasi risetnya, dikutip Kamis (15/12). 

Sampai dengan kuartal III tahun ini, Telkom mengantongi penurunan laba bersih sebesar 49,1% secara tahunan menjadi Rp 3,3 triliun. Angka ini turun 54,5% bila dilihat secara kuartalan. TLKM menghasilkan pendapatan bersih kumulatif sebesar Rp 16,6 triliun atau turun 12.1% secara tahunan.

Penurunan laba bersih dua digit disebabkan oleh kerugian yang belum direalisasi dalam investasi di GOTO. Di mana hal ini menghasilkan kerugian sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III 2022.

Sementara, GOTO menghadapi tekanan jual yang signifikan. Hal ini karena investor sebelum IPO menyadari profit mereka. Adapun, beberapa investor lain berusaha meningkatkan likuiditasnya menjelang akhir tahun ini.

"Karena keuntungan Telkom dipengaruhi oleh nilai pasar saham GOTO, saham Telkom mengalami tren penurunan. Di mana sebagian besar dalam tren yang mirip dengan pergerakan GOTO," tulis Mirae. 

Selain itu, tekanan jual masih terus berlanjut pada TLKM selama sebulan terakhir. Hal ini disebabkan karena investor memperhitungkan dampak investasi perusahaan di GOTO terhadap laba rugi TLKM dan tren penurunan sektor tersebut.

Sebagai catatan, GOTO ditutup pada Rp 246 per saham per 30 September 2022 atau 27,2% lebih rendah dari harga IPO-nya. Angka ini sekitar 34,4% lebih rendah dari nilai wajar investasi yang dihitung TLKM.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menegaskan bahwa dalam melakukan investasi digital, TelkomGroup fokus tidak hanya kepada capital gain semata tapi lebih pada potensi synergy value yang dihasilkan baik bagi TelkomGroup maupun BUMN.

"Saat ini synergy value Telkomsel - GoTo yang dihasilkan sudah cukup besar bahkan tumbuh di atas 50% daripada tahun lalu," ungkap Ririek kepada media, belum lama ini. 

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam menjelaskan, synergy value Telkomsel - GoTo yang telah mendorong percepatan dan memperkuat positioning ekosistem digital Telkomsel. Hingga September 2022, synergy value yang dihasilkan mencapai Rp507,3 miliar atau tumbuh 50,3% YoY. 

Sejauh ini, dari synergy value yang telah terbangun antara Telkomsel bersama GoTo telah memperkuat layanan berbasis digital, mendorong inovasi, dan meningkatkan pengalaman bagi konsumen dan pelaku usaha kecil (UMKM) di Indonesia.

Hal ini turut mendorong perfomansi lini bisnis utama Telkomsel, serta mengembangkan potensi inovasi kolaborasi layanan bersama, di antaranya Paket Swadaya Telkomsel (paket data internet) khusus untuk mitra driver Gojek dan merchant GoFood, digitalisasi mitra reseller/outlet Telkomsel di ekosistem GoShop serta solusi layanan Call Masking dari Telkomsel nGage

Berdasarkan data perdagangan Kamis (15/12), harga saham GOTO ditutup menguat 3,19% ke level Rp 97 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 114,88 triliun. Adapun, harga saham TLKM terpantau melemah 2,13% ke level Rp 3.670 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 363,56 triliun. 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait