Demi Pangkas Utang, Grup Bakrie Jual 39% Saham Pengelola ANTV

Perusahaan induk media Grup Bakrie, Visi Media Asia (VIVA), menargetkan penjualan 39% saham Intermedia Capital (MDIA) akan rampung di 2023.
Patricia Yashinta Desy Abigail
20 Desember 2022, 15:41
Alasan Grup Bakrie Jual 39% Saham Pengelola ANTV
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Ilustrasi. PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berencana menjual 39% saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) pada tahun depan.

Emiten media Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) berencana menjual 39% saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), perusahaan pengelola media televisi ANTV. Alasan penjualan saham MDIA yaitu sebagai salah satu cara mengurangi utang dan memperbaiki laba anak perusahaan.

"Saat ini kami masih berfokus untuk menyelesaikan hutang yang ada pada anak perusahaan, jadi penyelesaian hutang akan kami lakukan secara bertahap dimulai dari ANTV yang saat ini sebesar Rp 960 miliar," kata Direktur Perseroan, Jastiro Abi, dalam keterangan resmi,  dikutip Selasa (20/12).

"Dengan membaiknya kinerja perusahaan, maka diharapkan laba juga akan membaik."  

Dia mengatakan, penjualan saham tersebut bertujuan utuk menyehatkan unit usaha atau anak perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat memperoleh pendapatan (revenue) dan EBITDA.

"Akan dilakukan penjualan saham MDIA oleh perseroan sebesar maksimal 39% hingga nantinya perseroan akan bersih dari utang. Target pelaksanaannya diharapkan dapat selesai pada tahun 2023," katanya.

Adapun, rencana penjualan saham milik perseroan di MDIA sebesar 39% akan dilaksanakan dengan private placement yang rencananya akan dilakukan oleh strategic investor.

Sebelumya, perseroan mengatakan bahwa rencana private placement masih harus melalui persetujuan para pemegang saham. Selanjutnya, perusahaan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPS Independen) pada 14 Desember 2022 mendatang.

Sampai dengan September 2022, VIVA tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,328 triliun atau meningkat 0,37% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 1,323 triliun.

Namun, perusahaan masih membukukan kerugian senilai Rp 1,08 triliun atau naik 66,4% dalam periode sembilan bulan pertama 2022. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan mencatatkan rugi Rp 653 miliar.

Selain itu, VIVA akan meningkatkan digitalisasi pada lini bisnisnya. Beberapa strategi sudah disiapkan untuk memenangkan persaingan sengit di indutri media pada tahun depan.

“Media itu salah satu yang terdistrupsi paling besar dengan adanya digital. Kami memandang transformasi digital merupakan suatu keniscayaan. Dengan modal aset digital, VIVA siap untuk bersaing di kancah digital,” ujar Managing Director VIVA, Arief Yahya pada Rabu (14/12).

Adapun VIVA menyiapkan strategi 360°, yakni distribusi konten TV FTA ANTV dan tvOne melalui berbagai platform digital, termasuk media online, mobile, dan media sosial.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait