Boy Thohir: Merger Indosat-Tri Ciptakan Efisiensi dan Pendapatan

Syahrizal Sidik
20 Desember 2022, 12:42
Boy Thohir: Konsolidasi Faktor Kunci Sukses Industri Telekomunikasi
Katadata/Metta Dharmasaputra
Boy Thohir (paling kiri), berfoto bersama jajaran komisaris dan dan direktur utama Indosat Ooredoo Hutchison di Doha, Qatar

Konsolidasi bisnis perusahaan telekomunikasi di Tanah Air belakangan makin semarak. Garibaldi ‘Boy’ Thohir, turut membeberkan mengenai dampak penggabungan usaha (merger) antara PT Indosat Tbk (ISAT) dengan PT Hutchison 3 Indonesia.

Saat ini, Boy Thohir melalui perusahaan terafiliasinya merupakan salah satu pemegang saham Hutchison 3 Indonesia, yakni PT Tiga Telekomunikasi Indonesia. Tiga Telekomunikasi Indonesia tercatat sebagai pemegang sebanyak 671.755.088 saham Indosat atau 8,33% per 16 Desember 2022.

Menurut Boy Thohir, peluang bisnis industri telekomunikasi di Indonesia masih sangat besar. Terlebih lagi, populasi penduduk Indonesia sudah mencapai lebih dari 240 juta jiwa dan banyaknya penduduk muda yang melek teknologi.  

“Mereka melihat prospek di Indonesia itu luar biasa besar dengan 240 juta penduduk. Mereka juga sangat melihat, potensi market di Indonesia itu besar,” ujar Boy di Doha, Qatar, dikutip Selasa (20/12).

Bos Adaro Energy ini juga menuturkan, penggabungan usaha akan menjadi kunci perusahaan di industri telekomunikasi. Pasalnya, dengan konsolidasi, secara bisnis, ini akan menguntungkan bagi perusahaan. Pertama, dari sisi pendapatan berpotensi akan meningkat secara eksponensial. Hal ini, turut dibarengi dengan biaya yang lebih ramping karena bisnis yang lebih efisien setelah merger.

“Dengan terjadinya merger itu maka satu tambah satu jadi 5 kalau bicara revenue dan bicara upside. Tetapi dari sisi cost karena dia merger, satu ditambah satu cost-nya jadi cuma 1,1. Setelah Tri dan Indosat merger, performance ISAT luar biasa,” ujar Boy.

Sampai dengan periode September 2022, Indosat Ooredo Hutchison tercatat mengantongi laba bersih senilai Rp 3,7 triliun. Perolehan laba ini utamanya ditopang oleh naiknya pendapatan 49,8% menjadi Rp 34,5 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 23,1 triliun.

Sementara itu, pemegang saham lainnya, Oooredoo Hutchison Asia Pte Ltd bertindak sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 65,64%. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebesar 9,63% dan pemegang saham publik 16,39%.

Pada perdagangan Selasa ini, saham ISAT diperdagangkan di kisaran Rp 5.650 sampai dengan Rp 5.750 dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 45,96 triliun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait