Solusi Bangun (SMCB) Raup Pendanaan Rp 2,74 Triliun dari 9 Bank

Manajemen Solusi Bangun Indoneisa menegaskan, perolehan kredit sindikasi Rp 2,74 triliun tersebut tidak akan menambah beban utang perseroan.
Patricia Yashinta Desy Abigail
22 Desember 2022, 08:54
Solusi Bangun (SMCB) Raup Pendanaan Rp 2,74 Triliun dari 9 Bank
Katadata
Pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia

Emiten produsen semen BUMN, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mendapatkan persetujuan kredit sindikasi senilai Rp 2,74 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk melakukan reprofiling atas utang sindikasi sebelumnya dengan skema Sustainability Linked Loan (SLI). 

Perjanjian kredit sindikasi ini ditandatangani oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank BTPN Tbk. Lalu ada PT Bank DBSIndonesia, PT Bank Permata Tbk, dan PT Bank CTBC Indonesia. Selanjutnya ada PT Bank Maybank Indonesia Tbk, MUFG Bank, Ltd. Jakarta Branch, dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

SLL merupakan inisiatif yang masuk dalam kerangka program dekarbonisasi perseroan untuk memitigasi risiko transisi pada gugus tugas kerangka kerja mengenai keterbukaan pendanaan yang terkait dengan perubahan iklim. 

"Inisiatif SLL juga dilakukan lebih dahulu oleh perusahaan semen terkemuka di dunia sebagai bagian dari program Environment Social and Governance (ESG)," tulis manajemen perseroan, dikutip Kamis (21/12).

Adapun, SLL merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan ESG score perseroan dan akan menunjukkan keseriusan perseroan dalam hal ESG sehingga dapat meningkatkan kepercayaan para investor.

Anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ini menyatakan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau keberlangsungan usaha perseroan atas pelaksabaab transaksi tersebut. "SLL ini tidak menambah utang namun akan me-refinance dan pembiayaan kembali utang sindikasi," imbuh manajemen SMCB. 

Senior Vice President Corporate Banking 2 Group PT Bank Mandiri Tbk, Budi Purwanto mengungkapkan bahwa implementasi SLL oleh SBI selaku market leader industri semen, diharapkan dapat mendorong pelaku industri dalam mendukung pembangunan dan perekonomian berkelanjutan.

“Strategi SIG dalam mengurangi emisi karbon diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pelaku industri, dalam komitmen mendukung pembangunan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan sustainable development,” kata Budi.

Head of Syndication & Corporate Solution Division PT Bank BNI Tbk, Yogi Bima Sakti menyebut bahwa, fasilitas kredit sindikasi dalam bentuk SLL menjadi bukti bahwa peduli atas keberlangsungan lingkungan hidup, baik di internal maupun eksternal perusahaan. 

“Dengan perjanjian ini, kami harapkan SIG dapat menjadi kiblat bagi lini bisnis lain, dalam menuju bisnis yang selalu memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap kegiatannya,” ungkap Yogi. 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait