Saham Anjlok Terus, Emiten AA Gym Bersama Zatta Jaya Masuk UMA

Syahrizal Sidik
24 Januari 2023, 15:43
Saham Anjlok Terus, Saham Emiten AA Gym Bersama Zatta Masuk UMA
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ilustrasi, Saham emiten ritel fesyen, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) masuk UMA karena mengalami penurunan signifikan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya aktivitas penurunan saham di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada emiten ritel fesyen, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA).

Dalam pengumumannya, dikutip Selasa (24/1), BEI menyatakan sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ZATA. "Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis BEI.

Oleh sebab itu, BEI mengimbau agar investor memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa. Kedua, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Ketiga, mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Keempat, mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sebagaimana diketahui, ZATA, perdana melantai di bursa pada 10 November 2022 dengan harga penawaran umum Rp 100 per saham. Dengan melepas 20% saham setara 1,70 miliar ke publik, ZATA meraup dana IPO sebesar Rp 170 miliar.

Perusahaan ini sahamnya dimiliki 72,93% oleh PT Lembur Sadaya Investama. Selain pemegang saham publik, sisanya merupakan investor individu dengan kepemilikan kurang dari 5%. Adapun, pendakwah Abdullah Gymnastiar, tercatat sebagai komisaris ZATA.

Pada perdagangan Selasa ini, harga saham ZATA anjlok ke batas terendahnya ke level Rp 71 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 603,22 miliar. Saham perseroan tertekan lantaran terus dilanda aksi jual oleh para investor. Dalam sebulan terakhir, sahamnya terjun 49,65%. 

Aksi jual juga tak luput dilakukan oleh PT Lembur Sadaya Investama selaku pemegang saham pengendali. Direktur Utama Lembur Sadaya Investama, Akbar fatahillah Sabanda, menjual sebanyak 910 juta saham perusahaan dalam tiga kali transaksi.

Pertama, pada 12 Januari 2023, dia menjual 40 juta saham di harga Rp 110. Lalu, pada 13 Januari, Akbar melego 150 juta saham di harga Rp 100. Terakhir, pada 17 Januari dirinya kembali melepas 720 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp 95.

Alhasil, dengan penjualan saham itu, porsi kepemilikan PT Lembur Sadaya Investama di ZATA berkurang dari sebelumnya sebanyak 72,93% menjadi tinggal 62,22%. "Tujuan transaksi untuk divestasi dengan status kepemilikan saham langsung," ungkap Akbar.

Advertisement
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait