Low Tuck Kwong dan Putranya Borong Saham Bayan Rp 53 Miliar

Aksi borong saham kembali dilakukan pemilik Bayan, Low Tuck Kwong beserta anaknya, Low Yi Ngo senilai Rp 53 miliar. Pembelian saham tersebut untuk tujuan investasi.
 Zahwa Madjid
26 Januari 2023, 11:05
Low Tuck Kwong
Forbes Asia/Muhammad Fadli
Low Tuck Kwong

Konglomerat Low Tuck Kwong beserta putranya, Low Yi Ngo memborong sebanyak 2,6 juta saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). 

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong membeli sebanyak 2,37 juta saham BYAN, dengan nilai pembelian Rp 20.033,30 per saham. 

Pada pembelian ini, Low Tuck Kwong merogoh kocek senilai Rp 47,5 miliar untuk investasi pada saham BYAN yang dilakukan pada periode 16-20 Januari 2023. 

Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan saham Low Tuck Kwong di BYAN bertambah menjadi 20,319 miliar saham atau setara 60,96%, dari 20,316 miliar saham atau setara 60,95% kepemilikan.

Merujuk data Real Time Billionaires Forbes, pada Kamis (26/1) kekayaan Dato’ Low Tuck Kwong mencapai US$ 29,6 miliar. Posisi itu masih menempatkannya sebagai orang terkaya pertama di Indonesia dan peringkat ke-48 di dunia. Harta kekayaan Low Tuck Kwong juga mengalahkan pendiri Alibaba Grup, Jack Ma yang sebesar US$ 26 miliar. 

Adapun, Low Yi Ngo yang merupakan anak sulung Low Tuck Kwong juga mengakumulasi saham BYAN. Low Yi Ngo membeli sejumlah 300.000 saham BYAN pada harga Rp 20.000 per saham pada 19 Januari 2023.

Untuk pembelian saham ini, Low Yi Ngo mengeluarkan dana sebanyak Rp 6 miliar untuk mengakumulasi saham BYAN.  Kini, saham Low Yi Ngo di BYAN bertambah menjadi 61,5 juta saham atau 0,18%, dari 61,2 juta saham atau setara 0,18 % kepemilikan. 

Sebagai informasi, Low Yi Ngo merupakan Direktur Penjualan dan Pemasaran Bayan Resources. Low Yi Ngo merupakan warga Negara Singapura.

Jika Dato’ Low Tuck Kwong beserta putranya melakukan pembelian saham, Direktur BYAN Alastair Gordon Christopher Mcleod justru menjual saham BYAN. Mcleod melakukan divestasi atas 300.000 saham miliknya di BYAN pada harga Rp20.000 per saham. Direktur BYAN asal Inggris ini menjual saham BYAN pada 19 Januari 2023. 

Dengan divestasi ini, Alastair mendapatkan dana segar senilai Rp 6 miliar. Divestasi ini membuat saham Alastair di BYAN berkurang dari 5,3 juta saham atau 0,0159% menjadi 5 juta saham atau 0,0150% saham.

Pada perdagangan Kamis ini (26/1), harga saham Bayan terpantau anjlok 4,67% ke level Rp 19.925 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 664,17 triliun. Dalam kurun enam bulan terakhir, saham BYAN sudah melesat 202%. 

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait