Bank Indonesia (BI) menyiapkan skema baru insentif bagi perbankan untuk menjaga suku bunga kredit tetap terkendali, terutama ketika suku bunga acuan BI Rate mengalami kenaikan.
Langkah BI menurunkan batas pembelian dolar tanpa underlying ditempuh untuk menekan transaksi spekulatif di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Langkah BI menaikkan suku bunga acuan hingga 50 bps, lebih agresif dibandingkan banyak bank sentral lain di dunia lainnya yang masih mempertahankan suku bunga meski mulai memberikan sinyal pengetatan.
Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dipanggil menghadap Prabowo ke Istana Negara sore ini, di tengah jebloknya kurs rupiah yang mendekati level 17.700 per dolar AS.
BI berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional guna mengendalikan inflasi dan daya beli masyarakat di tengah ancaman ketidakpastian global dan perubahan iklim.
Lembaran uang palsu yang dimusnahkan BI berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah dan hasil pengolahan setoran bank.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan tujuh langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang kini telah menembus Rp 17.425 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menahan BI-Rate di 4,75% demi menjaga rupiah di tengah gejolak global. Sementera itu, ekonomi domestik tetap tumbuh, ditopang konsumsi rumah tangga dan permintaan dalam negeri.