QRIS, sistem kode respons cepat nasional Indonesia, direncanakan untuk ekspansi global termasuk ke Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, seiring dengan pertumbuhan transaksi pembayaran digital.
Uni Eropa juga setuju untuk mempertimbangkan opsi menggunakan kredit karbon internasional di masa depan guna memenuhi 5% tambahan dari pengurangan emisi 2040.
Negara-negara Uni Eropa berunding untuk memberi industri fleksibilitas dalam mencapai target iklim 2040, menimbang biaya transisi energi yang bersih dan dampak ekonomi di Eropa.
Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia meragukan IEU-CEPA yang mensyaratkan energi hijau, sertifikasi lingkungan, dan standar Eropa, memperumit proses ekspor ke Eropa.
Sejak 2014, program Erasmus+ yang didanai UE telah mendukung lebih dari 15.000 mahasiswa dan akademisi ASEAN untuk mengikuti studi jangka pendek, program magister, pengajaran, atau pelatihan di Eropa.
Pekan lalu, Uni Eropa mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan panel WTO yang mendukung klaim Indonesia bahwa bea yang dikenakan oleh Uni Eropa melanggar aturan badan perdagangan tersebut.
Mulai 1 Januari 2026, Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (CBAM) Uni Eropa akan mengenakan biaya pada barang-barang seperti baja, pupuk, semen, aluminium, dan hidrogen yang diimpor dari luar UE.
Badan Lingkungan Hidup Eropa (EEA) menyatakan keanekaragaman hayati di Eropa menurun akibat produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, terutama dalam sistem pangan.