Danantara menjajaki kerja sama dengan DFC AS, fokus pada investasi sektor mineral kritis dan energi, mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi hijau dan digital.
IEU-CEPA dapat mendorong ekspor produk turunan sawit Indonesia ke Eropa, meskipun adanya tantangan dari aturan EUDR yang mengharuskan produk bebas dari deforestasi.
Menghadapi tarif baru 32% yang akan diberlakukan oleh Donald Trump terhadap barang Indonesia mulai Agustus 2025, Menko Airlangga Hartarto akan ke AS untuk negosiasi.
Menko Airlangga Hartarto mendorong tarif logistik nasional turun menjadi 8% dari PDB pada 2030, percepatan dari target Bappenas 2045, guna meningkatkan kompetitivitas industri Indonesia.
RI mencatat surplus neraca perdagangan yang didorong oleh komoditas nonmigas namun sektor migas mengalami defisit. Kondisi ini memicu pemerintah untuk mempercepat program kemandirian energi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mendesak Singapura meningkatkan investasi ke Indonesia menjadi US$ 30 miliar - US$ 40 miliar dalam rangka kerja sama strategis kedua negara.
Perwira TNI Djaka Budhi Utama telah resmi menjadi Dirjen Bea Cukai, diharapkan membawa perubahan penting dalam penanganan masalah perbatasan dan kegiatan ekspor impor Indonesia.
Menko Airlangga dikabarkan akan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, namun ia menanggapi rumor tersebut dengan jawaban singkat dan seringan senyum.
Ketua DEN Luhut mengutarakan pendapat Indonesia mengenai perang tarif antara AS dan Cina, menekankan hubungan baik Indonesia dengan kedua negara dan kebijakan netral Jakarta.
Airlangga Hartarto menilai kebijakan tarif impor memberikan peluang bagi industri tekstil seperti pakaian jadi dan alas kaki untuk ambil alih pangsa pasar di Amerika Serikat.